UNALA Menyapa PIK R Karangsari, Wates, Kulonprogo

Kesehatan reproduksi merupakan keadaan kesehatan fisik, mental dan sosial yang tidak hanya mendiskusikan sebatas organ reproduksi semata. Banyak aspek melingkupi persoalan tersebut. Faktanya banyak remaja yang takut membicarakan kesehatan reproduksi kepada orang tuanya karena malu, takut dimarahi dan lain-lain. Kurangnya informasi mungkin saja menyebabkan ketidaktahuan remaja terhadap keluhan atau penyakit pada organ reproduksi mereka. Namun demikian keengganan untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan menjadi suatu momok tersendiri.

Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Kulonprogo menjalin kerjasama dengan UNALA untuk mengembangkan layanan kesehatan reproduksi yang ramah remaja melalui kegiatan promosi kepada anggota PIK R Dusun Karangsari, Kecamatan Wates, Kulonprogo. Promosi dilakukan dengan mengenalkan program UNALA, dokter-dokter mitra UNALA dan mengajak remaja mengunduh aplikasi mobile UNALA yang mudah di akses untuk membuat janji dengan dokter. UNALA juga membagikan voucher kepada remaja untuk layanan konsultasi dan pemeriksaan gratis. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2018 bertempat di Rumah Makan Ayam Goreng Hartin 5, Jalan Wates, Kulonprogo.

Tidak hanya mempromosikan layanan, UNALA juga menyampaikan materi tentang bullying remaja kepada teman-teman PIK R. Materi bullying, atau perundungan ini dianggap relevan karena remaja berrisiko mengalami berbagai masalah kesehatan terutama kesehatan psikologisnya seperti depresi, kegelisahan, trauma hingga berujung pada perasaan putus asa dan bunuh diri. Tindakan bullying terjadi terus menerus jika terjadi pengabaian atau tidak ada pihak yang menegur. Pelaku bullying yang tidak mendapatkan perlakuan tegas, akan berulangkali melakukan perbuatannya meski ia tahu tindakan tersebut salah.

Kita dapat mencegah bullying dengan cara lebih peduli dan cepat tanggap bila ada teman kita yang menjadi pelaku atau menjadi korban bullying. Dengan demikian, kita semua dapat berperan aktif untuk mencegah bullying. Seperti apapun tindakan bullying tetap merugikan bagi orang lain. Dengan melawan bullying, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi keberlangsungan generasi masa depan yang lebih sehat.