Youth Gathering #4: Ciptakan Ruang Aman Bagi Remaja

Hallo sobat UNALA, kalian tau nggak sih kalau setiap tanggal 12 Agustus 2018 diperingati sebagai Hari Remaja Internasional? Nah, UNALA ngadain kegiatan Youth Gathering bersamaan dengan memomentum Hari Remaja Internasional nih. Kegiatan ini dikemas dengan Diskusi dan Nonton Film bareng Kampung Halaman. Film yang diputar meliputi Mia Meng Jakarta dan Bintang di Pelupuk Mata (Tak Tampak), dua dari kompilasi enam film pendek “Kembang 6 Rupa” yang diproduksi oleh Kampung Halaman. Kegiatan Youth Gathering ini diikuti oleh perwakilan 30 komunitas dan sekolah jejaring UNALA. Kegiatan dilaksanakan di Kedai Kolega, Jalan Gedongkuning Yogyakarta, pada tanggal 13 Agustus 2018.

Film Bintang di Pelupuk Mata (Tak Tampak), merupakan film pertama yang diputar. Film tersebut bercerita tentang remaja-remaja Sekolah Menengah Atas yang dipandang negatif oleh masyarakat, karena gaya berpakaian dan perilakunya yang dianggap seperti anak nakal atau cabecabean. Disisi lain  mereka memiliki keinginan atau cita-cita untuk bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan mereka juga memiliki prestasi unggulan di bidang olahraga voli, namun dengan keterbatasan ekonomi mereka harus memendam keinginannya untuk kuliah. Tidak hanya itu, masyarakat sekitar dan lingkungan membatas mimpi mereka karena dianggap tidak mampu secara ekonomi dan akademis.

Film Mia Meng Jakarta adalah film kedua, yang juga tak kalah menarik dari film sebelumnya. Film ini bercerita tentang remaja yang bernama Ika, yang memiliki keinginan untuk merantau ke Jakarta dengan tujuan ingin hidupnya lebih baik dan bebas dari stigma orang-orang di sekitarnya yang menganggap dirinya tidak mampu mencari uang sendiri. Keinginannya ini didorong oleh kesuksesan teman sebayanya yang lebih dahulu bekerja di Jakarta. Ika memiliki keinginan yang kuat untuk merantau meski dirinya belum cukup umur dan juga tidak diijinkan oleh ibunya. Maka tanpa seijin ibunya dan tanpa surat domisili, Ika tetap berangkat merantau ke Jakarta.

Dalam ruang diskusi ini para peserta Youth Gathering didorong untuk mengidentifikasi persoalan dan tantangan yang dihadapi oleh remaja pada setiap film dokumenter yang diputarkan. Pemantik diskusi pada sesi ini adalah sutradara dari Bintang di Pelupuk Mata (Tak Tampak), Dwi Sujanti Nugraheni dan Direktur Kampung Halaman selaku produser film, Racham Safitri. Para peserta antusias mengikuti diskusi dengan menyampaikan tanggapan dan pertanyaannya. Para remaja sadar betul akan haknya bahwa seharusnya mereka memiliki ruang yang aman untuk bebas berekpresi dan meraih cita-citanya.