UNALA Gathering merupakan sebuah pertemuan koordinasi yang diselenggarakan oleh UNALA dengan mengundang Stakeholder, organisasi perangkat daerah (OPD) tingkat DIY maupun Kabupaten/ Kota beserta lembaga swadaya masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap layanan kesehatan dan remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergitas antar pihak dalam rangka pemenuhan hak-hak kesehatan remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta serta penanganan kasus-kasus yang dialami oleh remaja. Saat ini UNALA telah bermitra dengan 29 dokter, bidan dan klinik swasta di 4 kabupaten dan Kota Yogyakarta. UNALA berupaya membangun jejaring penyedia layanan sebagai bentuk pemenuhan hak remaja atas layanan kesehatan.

UNALA Gathering ini dilaksanakan secara berkala setiap 2-3 bulan sekali dengan topik-topik aktual sesuai kebutuhan kesehatan remaja. Pada periode ini, UNALA Gathering diselenggarakan pada tanggal 26 September 2018 bertempat di Hotel Lynn, Jalan Jogokariyan no.82 Yogyakarta. Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan sambutan Manajer Program UNALA, Bapak Henri Puteranto. Selanjutnya dibuka sesi diskusi panel yang dimoderatori oleh Putri Khatulistiwa selaku Sexual Reproductive Health Officer UNALA.

Empat narasumber yang hadir pada kesempatan tersebut adalah; dr.Hesti, perwakilan Dinas Kesehatan DIY yang memaparkan informasi  Pemenuhan Kesehatan Reproduksi Remaja melalui Puskesmas PKPR, dilanjutkan pemaparan materi dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY yang diwakili oleh Ibu Tantin, Kepala Seksi SMK, tentang Pemenuhan Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja melalui Pendidikan. Tak ketinggalan pemaparan materi oleh dokter UNALA, dr. Lucia Sri Redjeki, yang menyampaikan tantangan dalam memberikan layanan kesehatan reproduksi bagi remaja oleh mitra dokter Jejaring UNALA. Di sesi terakhir Kak Ferian Fembriansyah, perwakilan Youth Responsibility, jejaring komunitas remaja UNALA berbagi pengalaman soal kebutuhan remaja akan ketersediaan informasi dan akses layanan kesehatan reproduksi yang ramah remaja. Selain itu, Kak Ferian juga merupakan salah seorang remaja yang pernah mengakses layanan dokter UNALA dan merasa bahwa layanan tersebut amat dibutuhkan oleh remaja lainnya. Kegiatan UNALA Gathering ditutup dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator.