Hei-hei Sobat remaja UNALA! Kali ini UNALA berkesempatan untuk melakukan promosi dan belajar bareng soal gender bersama siswa-siswi kelas X di SMAN 1 Depok,Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan seagai bagian dari upaya pemenuhan hak remaja dalam mendapatkan informasi mengenai gender, kesehatan reproduksi dan juga layanan kesehatan ramah remaja.

UNALA bertemu dengan lebih kurang 60 remaja di dua kelas yang antusias untuk berdiskusi mengenai apa itu kesetaraan gender dan bercerita soal pembagian peran gender di kehidupan mereka sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Melalui diskusi ini, remaja dapat memahami bahwa peran gender bisa dipertukarkan dan semua orang memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan maupun pekerjaan. Selain itu, dalam sesi ini juga dipaparkan dampak-dampak dari ketidakadilan gender, diantaranya adalah beban ganda yang dialami perempuan pekerja, yakni selain bekerja di luar perempuan masih memiliki tanggungjawab domestik (pekerjaan rumah tangga). Kemudian dampak yang lain adalah subordinasi perempuan, peminggiran (marginalisasi) dan kekerasan terhadap perempuan.

Rasa ingin tahu membuat para siswa bertanya langsung terkait persoalan gender, misalnya seperti apa sunat perempuan itu dan apakah termasuk dalam kategori kekerasan berbasis gender. Menurut kesehatan sunat perempuan dianggap tidak memiliki tujuan yang sama dengan sunat pada laki-laki dan secara medis tidak memberikan dampak bagi kesehatan. Tindakan sunat perempuan termasuk dalam kategori kekerasan berbasis gender.

Selain berdiskusi soal kesetaraan gender, UNALA juga mendorong para remaja untuk lebih dekat dengan UNALA, selain dengan mengakses layaan dokter dan bidan, juga berinteraksi dengan UNALA melalui media sosial dan aplikasi mobile.