Apa Itu Cinta?

#UNALAcare

Oleh: Maulidya Risne Andini


Katanya, masa remaja itu masanya jatuh cinta. Bener nggak, sih? Ternyata, sebelum remaja pun kita sudah pernah merasakan cinta, misalnya cinta dengan orang tua. Nah, kali ini kita akan belajar tentang cinta dan hal-hal yang perlu kita perhatikan saat jatuh cinta agar tidak menjadi cinta yang memberikan pengaruh negatif bagi kita dan orang sekitar. Langsung aja, yuk!

Apa Itu Cinta?

Cinta merupakan salah satu bentuk emosi dan perasaan yang dimiliki setiap orang, terutama remaja. Ungkapan cinta dapat digunakan untuk meluapkan perasaan kasih sayang, seperti:

  1. Perasaan terhadap keluarga, contohnya ialah ungkapan cinta untuk ibu yang telah melahirkan, merawat, dan mendidik kita.
  2. Perasaan terhadap teman-teman, saling menyayangi dengan sesama teman dan saling membantu.
  3. Perasaan yang romantis, mengungkapkan cinta pada seseorang yang membuatmu tertarik seperti kepada pacar.
  4. Perasaan tentang atau terhadap diri sendiri, terdapat orang yang mencintai dirinya sendiri, di mana setiap melihat cermin merasa sangat cantik atau tampan.
  5. Perasaan terhadap negara seperti halnya membeli produk buatan negeri atau menjaga lingkungan tetap bersih.

Cinta Dengan Pengaruh Positif

Cinta yang positif akan bisa kita rasakan, yakni cinta yang memotivasi kita untuk meraih cita-cita dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

Cinta Dengan Pengaruh Negatif

1. Cinta Semu

Dalam kehidupan sehari-hari, kadang kita terjebak oleh cinta yang semu seperti cinta pada artis idola, alias nge-fans. Sebenarnya, rasa suka dan mengidolakan seseorang adalah wajar tetapi terkadang sampai kita tidak objektif terhadap yang kita idolakan seperti membenarkan semua yang dilakukan oleh idola padahal sebenarnya yang dilakukannya adalah hal yang negatif.

Selain membuat kita tidak objektif, cinta semu sebenarnya adalah cara kita untuk menutupi ketidakmampuan dan ketidakpercayaan diri. Segala hal yang positif selalu ditampakan melalui tokoh idola, bukan dari dalam diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita harus tetap objektif terhadap siapapun yang kita idolakan agar tidak terjebak pada cinta yang semu.

2. Mencintai Secara Berlebihan

Mencintai secara berlebihan dapat membuat kita terlalu bergantung pada orang lain, misalnya sampai berujar, “Aku nggak bisa hidup tanpamu.”

Selain itu, cinta jenis ini juga membuat kita merasa memiliki bahkan sampai mengatur hidup orang yang kita cintai sehingga dapat menimbulkan tindakan yang akan menyakiti diri sendiri dan orang lain.

Jadi, cinta dapat menimbulkan efek yang positif dan negatif dalam kehidupan remaja, sehingga penting bagi kita untuk bersikap dengan tepat, yaitu:

  • Saat menjalin hubungan dengan orang lain, mungkin akan muncul konflik. Dilihat dari sisi positif adalah kita bisa belajar cara untuk menyesuaikan permasalahan, dan dari sisi negatif, maka konflik yang terus berlanjut akan membuat kita stres.
  • Perasaan cinta dapat memotivasi untuk bertindak lebih baik dan belajar lebih giat.
  • Perasaan cinta yang berlebihan akan membuat orang yang kita cintai menjadi tertekan karena merasa selalu diatur.
  • Dengan perasaan cinta, kita bisa belajar mengenal dan menerima orang lain.

Hal- hal yang perlu kita perhatikan saat memiliki rasa cinta dengan orang lain adalah:

  • Berpikir rasional
  • Bersikap baik
  • Saling berbagi pikiran
  • Menunjukan perasaan cinta
  • Saling memahami perasaan masing-masing
  • Saling membantu
  • Saling menghargai
  • Saling percaya dan setia
  • Saling melindungi
  • Saling mendukung

Nah, begitulah diskusi kita tentang cinta yang katanya mewarnai masa remaja, jadi, cinta itu nggak melulu tentang pacaran, ya! Namun, ada banyak yang kita pelajari tentang cinta, kan?


Sumber:

Purwaningtyas Wuri, d. (t.thn.). Pendidikan Kesehatan Reproduksi Kelas 7.

Purwaningtyas Wuri, d. (t.thn.). Pendidikan Kesehatan Reproduksi Kelas 8.