Belajar Kesehatan Mental, Yuk!

#UNALAcare

Oleh: Maulidya Risne Andini


Seberapa seringkah kamu merasakan hal-hal berikut dalam dua minggu terakhir?

  • Merasa khawatir
  • Otot tegang 
  • Mudah gelisah 
  • Sulit konsentrasi 
  • Mudah lupa 
  • Gangguan tidur
  • Sakit perut
  • Perubahan nafsu makan
  • Merasa diri tidak menarik/buruk
  • Merasa diri tidak berguna 
  • Merasa bersalah sehingga pantas dihukum
  • Merasa tidak memiliki masa depan 
  • Terbangun malam hari dan sulit tidur kembali
  • Ada niat untuk bunuh diri

Rasa tidak nyaman seperti di atas dapat mengganggu kesehatanmu, lho! Kok, bisa? Kesehatan terdiri dari tiga elemen, yakni tubuh, perasaan, dan juga pikiran atau mental. Ketiga elemen ini saling berkaitan, misalnya kamu sedang ketakutan ataupun gugup, maka tubuhmu dapat merasa meriang dan berkeringat.

Inilah pentingnya kita belajar tentang kesehatan mental karena mempengaruhi bagaimana kita berpikir, merasakan, hingga berperilaku.

Pengertian Kesehatan Mental

Kesehatan mental merupakan sebuah keadaan sehat atau sejahtera di mana seorang individu sadar akan kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya, bekerja dengan produktif dan bermanfaat, serta mampu untuk berkontribusi kepada komunitasnya.

Ciri-Ciri Mental yang Sehat

  • Dapat menyesuaikan diri dengan baik 
  • Memperoleh kepuasan dari hasil usaha
  • Terbebas dari rasa tegang atau stres
  • Menerima orang lain dan hidup saling tolong menolong 
  • Mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain
  • Menerima kekecewaan untuk digunakan sebagai pembelajaran di kemudian hari 
  • Mampu menyelesaikan tantangan hidup melalui penyelesaian yang kreatif dan membangun 
  • Mempunyai rasa kasih sayang yang besar
  • Merasa sehat dan bahagia

Gangguan Mental

Banyak hal yang dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang sehingga mengalami gangguan mental, yakni berbagai kondisi yang mempengaruhi suasana hati, pikiran, dan perilaku yang ditandai dengan gejala-gejala berikut:

Gejala Gangguan Mental

  • Berubahnya kebiasaan sehari-hari, seperti makan, tidur, nonton TV, melakukan pekerjaan rumah, contohnya tidur dan makan terlalu sedikit atau banyak
  • Penarikan diri dari lingkungan sosial seperti tidak mau berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain akibat mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem
  • Berkurangnya kepedulian pada kebersihan diri seperti tidak mau mandi
  • Kesulitan dalam berpikir/konsentrasi
  • Hanya berdiam diri di dalam rumah/kamar karena merasa tumpul atau hampa dan merasa tak tertolong atau tidak ada harapan
  • Mudah tersinggung, curiga, mudah menangis, sering kebingungan, lupa, marah, khawatir, atau takut tanpa sebab
  • Buruknya motivasi untuk melakukan sesuatu sehingga tidak mau melakukan kegiatan apapun karena merasa memiliki energi
  • Memiliki rasa nyeri yang tidak dapat dijelaskan
  • Mulai memakai dan menyalahgunakan NAPZA
  • Berpikir untuk menyakiti diri sendiri atau keluarga

JIKA GEJALA DIBIARKAN

  • Perilaku yang menunjukkan gejala akan semakin buruk.
  • Semakin menurunnya fungsi pribadi, fungsi sosial, dan fungsi berpikir. 
  • Penyembuhan dan pemulihannya membutuhkan waktu lebih lama.

LANGKAH JIKA GEJALA BERLANJUT

  1. Menghubungi tenaga profesional.
  2. Menjalani konseling dengan tenaga terlatih. 
  3. Keluarga memberikan dukungan kepada pasien, dengan cara:
    • Berbicara dengan nada rendah. 
    • Menghargai pikiran pasien dan tidak mengkritik atau membantahnya. 
    • Menunjukkan sikap bersahabat, mengajak berbicara, dan memberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang dirasakannya. 
    • Mengajak beraktivitas bersama-sama. 
  4. Menghargai dan tidak memberikan stigma


Sumber: Diskusi Youth Gathering Kulonprogo “Mental Health di Usia Remaja, Seberapa Pentingkah?” bersama dr. Fiddina Mediola, Sp. KJ pada Sabtu, (12/8)

Diskusi Forum Pemuda-Pemudi Wanujoyo “Sehat Mental dari Tinjauan Psikologis” bersama Rina Widarsih pada 31 Maret 2019