Cara Agar Bisa Bahagia

#UNALAqna

Oleh: Maulidya Risne Andini


Pernah ada yang bilang, “Jangan lupa Bahagia, ya!”

Terkadang kita melupakan hal penting untuk berbahagia, kalau bukan kita yang membahagiakan diri sendiri, siapa lagi? Kita juga tidak dapat membebankan orang lain untuk membahagiakan kita, untuk itu, yuk kita belajar untuk berbahagia.

Gimana caranya? Inilah yang ditanyakan oleh salah satu sobat UNALA, “Dok, saya nggak mau berlarut-larut dalam kesedihan. Gimana, ya, cara agar bisa bahagia?”

Berikut tips untuk bahagia dari dr. Lucia Sri Rejeki, salah satu bidan mitra UNALA:

1. Bersyukur

Hal ini kerap kita abaikan, padahal bersyukur menjadi salah satu kunci utama yang mudah untuk mendapatkan kebahagiaan. Bersyukur atas hal-hal kecil yang kita nikmati dan capai saat ini, tanpa sadar akan memancarkan aura positif dan rasa bahagia dari dalam diri. So, jangan lupa bersyukur, ya!

2. Berikan Penghargaan Untuk Diri Sendiri

Don’t be too hard on yourself,” bunyi sebuah ungkapan. Kalimat ini seharusnya jadi penyemangat sekaligus pengingat bagi kita untuk rehat sejenak dan memberikan ‘award’ untuk diri sendiri. Untuk mencapai titik tempat kita berdiri saat ini, tentu berliku perjuangan yang dilewati. Tak ada salahnya, memberikan penghargaan atas prestasi kita, baik kecil maupun besar, biar hidup tak stres dan tetap bahagia. Berambisi boleh, tetapi jangan lupa juga untuk bersenang-senang. Work hard, play hard!

3. Berhenti Membandingkan Diri Sendiri Dengan Orang Lain

Ini juga menjadi salah satu kunci utama untuk merasa bahagia dan lebih menghargai diri sendiri. Daripada sibuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain, lebih baik tunjukkan rasa percaya diri dan keunikan kita, biar hidup lebih damai dan bahagia. Yup, karena setiap orang itu elok dan unik!

4. Prioritaskan Diri Sendiri

Bukan berarti harus selalu bersikap egois, tetapi demi kebaikan diri sendiri, keegoisan terkadang perlu diprioritaskan. Ya, bukan kewajiban kita untuk membahagiakan siapa pun. Kita juga tak bisa membahagiakan semua orang. Tak ada salahnya, jika terbentur pada dua pilihan, kita memprioritaskan diri sendiri terlebih dahulu demi meraih kebahagiaan. Intinya, jangan sampai kita kehilangan jati diri dan kebahagiaan hanya demi membuat orang lain senang. Berkorban boleh saja, tetapi menentukan batasan dalam skala prioritas juga perlu.

Nah, itulah beberapa tips yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika ada pertanyaan lebih lanjut ataupun ingin berkonsultasi langsung ke klinik, via WhatsApp ataupun Zoom, jangan sungkan kontak CS UNALA di 08112555390, ya!