Tips Menghadapi Body Shaming

#UNALAqna

Oleh: Maulidya Risne Andini

Pernah menjadi korban body shaming hingga down? Yuk, simak jawaban dr. Lucia buat salah satu sobat UNALA yang berkonsultasi online. Berikut beberapa cara dari dr. Lucia Sri Rejeki, Dokter Mitra UNALA, yang dapat kita lakukan untuk menghadapi body shaming, yaitu:

1. Abaikan Perkataan Orang Lain

Kalau bentuk tubuhmu kerap jadi bahan pembicaraan orang, mulai sekarang abaikan semua perkataan itu. Karena kalau ditanggapi, hanya akan bikin sakit hati. Kamu nggak perlu kok membalas komentar-komentar negatif dari orang lain. Anggap saja itu bentuk kepeduliaan mereka atau cemburu karena tidak bisa seperti dirimu. Keep calm and be happy for yourself!

2. Bersyukur dan Cintai Diri Sendiri

Belajar mencintai diri sendiri itu tidak mudah dan tidak punya batas waktu. Kamu bisa mulai fokus pada hal-hal positif dalam diri. Dengan begitu, kamu akan semakin bersyukur atas apa yang kamu miliki. Jika perlu, ucapkan “I love myself” secara tulus setiap hari sebelum memulai aktivitas. Kalau bukan kita yang mencintai diri sendiri, terus siapa lagi?

3. Menerima Kekurangan Diri Sendiri

Belajar menerima itu sangat penting. Terutama, menerima kekurangan diri sendiri. Kamu tidak seharusnya mengeluhkan ketidaksempurnaan dirimu sendiri. Karena itu hanya membuat kamu jadi minder dan tidak percaya diri. Padahal, di balik kekuranganmu tentu saja ada kelebihan yang bisa dibanggakan. Daripada terus berkomentar negatif, lebih baik belajar mengembangkan potensi diri, ya!

4. Belajar Memaafkan

Sabar adalah kunci dan memaafkan orang lain yang terus mengusik kekurangan pada dirimu adalah solusi terbaik. Komentar buruk dari orang-orang itu tidak perlu dipikirkan. Anggap saja angin lalu. Toh, lama kelamaan mereka akan jengah sendiri dan akhirnya berhenti mengejekmu.

5. Dekatkan Diri dengan Orang-orang Berbeda

Cara lain menghadapi body shaming yang bisa dilakukan adalah mendekatkan diri kepada orang-orang yang berbeda. Misalnya, berkumpul dengan mereka yang memiliki bentuk badan dan warna kulit beragam. Dengan cara sederhana itu, kita bisa memahami makna cantik, tampan, bagus, buruk, dari perspektif berbeda.

6. Sibukkan Diri dengan Hal Bermanfaat

Mencari kesibukan dengan berbagai kegiatan bermanfaat. Seperti ikut kursus, gabung komunitas, dan banyak lagi. Dengan waktu yang terkuras untuk kegiatan tersebut, kamu pun akan melupakan masalah body shaming dari orang-orang sekitarmu.

7. Bijak Bermedia Sosial

Tak bisa dipungkiri, di zaman sekarang ini media sosial seolah menjadi ‘hakim’ atas kehidupan setiap orang. Banyak orang berlomba memantaskan diri dan melakukan hal-hal baik hanya untuk dipandang layak oleh orang lain. Padahal, itu bukanlah tolak ukur yang baik. Maraknya kasus body shaming saat ini tidak terlepas dari peran media sosial. Di sana, orang bebas berkomentar apa saja yang ia mau, tanpa peduli perasaan orang lain. Karena itulah, bijak bermedia sosial merupakan salah satu cara terbaik menghadapi body shaming.