Child Grooming: Modus Baru Kekerasan Seksual Anak dan Remaja

#UNALAcare

Oleh: Maulidya Risne Andini


Pernah denger istilah ‘grooming’? Jangan-jangan sering dengernya tiap mau ngajak piaraannya ke salon, ya?

Nah, kali ini beda, lo! Grooming merupakan modus baru kekerasan keksual terhadap anak dan juga remaja. Yuk simak definisi dan dampak grooming berikut! 

Apa Itu Grooming

Grooming merupakan tindakan eksploitasi seksual yang dilakukan melalui memanipulasi target dengan membangun kepercayaan dan relasi kuasa antara pelaku dan target.

Definisi Grooming

Melibatkan “manipulasi psikologis yang biasanya sangat halus, dilakukan secara intens, diperhitungkan, dikendalikan, dan direncanakan sebelumnya, dengan tujuan membangun hubungan emosional dengan anak untuk menurunkan penolakan anak. Melalui proses grooming, pelaku berusaha untuk mendapatkan kepatuhan anak untuk menjaga kerahasiaan dan untuk menghindari deteksi dan hukuman.

Definisi Child Grooming

Online grooming mengacu pada penggunaan internet atau teknologi digital lainnya untuk membangun atau membina hubungan dengan anak di bawah usia 18 tahun untuk memfasilitasi baik interaksi seksual non-kontak (online) atau kontak (offline) dengan anak tersebut dengan melibatkan manipulasi secara psikologis dengan maksud untuk membuat anak mau mengikuti segala perintah yang diberikan si pelaku.

Dampak Grooming

  • Fisik

Mengalami luka, kerusakan pada organ intim atau anus, meninggal dunia (dibunuh oleh pelaku).

  • Psikis

Kesedihan mendalam, ketakutan, kecemasan, merasa tidak berharga (lost self-esteem), trauma, depresi, kemarahan yang terpendam, PTSD  perkembangan intelegensi dan mental terganggu, potensi menjadi pelaku.

  • Sosial dan Kultural

Stigma, dikucilkan, merusak dirinya sendiri terlibat dalam pergaulan yang makin menjerumuskan, narkoba dan psikotropika, melakukan percobaan bunuh diri.

Apa yang akan dirasakan korban? 

  • TAKUT MELAPOR

Kuasa dan manipulasi yang dilakukan pelaku korban sulit untuk melaporkan kekerasan yang mereka alami.

  • TAKUT TIDAK DIPERCAYA

Pelaku telah membuat citra diri yang baik, maka korban akan takut jika bercerita orang lain tidak akan percaya terhadap ceritanya.

  • TIDAK PERCAYA KORBAN

Biasanya pelaku akan membangun kepercayaan dan kuasa terhadap orang lain yang dekat dengan korban, sehingga apabila korban bercerita sulit bagi mereka untuk percaya terhadap korban.

  • KEKERASAN AKAN TERUS BERLANJUT

Sulit untuk melapor maka pelaku akan terus melakukan aksinya tanpa ada akuntabilitas terhadap perilakunya.

  • KESEHATAN MENTAL KORBAN

Secara umum, kasus kekerasan seksual pasti akan berdampak terhadap mental korban. Namun jika didasari oleh perilaku grooming maka kesehatan mental korban akan terdampak lebih dalam karena adanya manipulasi.


Sumber: Diskusi UNALA Talk #8 “Grooming: Modus Baru Kekerasan Seksual Terhadap Anak & Remaja” bersama Anastasia Sukiratnasari, S. H., M. H. dan Anindya Vivi pada Senin, (24/8)