Tips Buat Sobat yang Di-ghosting-in

#UNALAtips

Oleh: Maulidya Risne Andini


Di-ghosting-in emang nggak enak banget mulai dari kesel sampai bikin kita merasa bersalah dan akhirnya menyalahkan diri sendiri. Tentunya hal ini dapat memberikan dampak negatif bagi kita. Oleh karena itu, UNALA akan menyajikan tips buat sobat yang pernah di-ghosting.

Apa yang Dapat Kita Lakukan Saat Di-ghosting?

  • Face reality (Hadapi Kenyataan)

Pasanganmu sudah memutuskan untuk move on, menerima lebih penting dan lebih baik dibandingkan mengetahui alasannya. Orang yang melakukan ghosting juga menunjukkan kalau ia tidak menghargai perasaanmu. Lihat kepercayaanmu akan dirimu sendiri dan keberhargaanmu untuk menerima cinta.

  • Allow your feeling (Lepaskan Perasaanmu)

Sadari kalau kamu tidak akan bisa memecahkan motif/alasan yang ada di dalam kepala pelaku ghosting. Kamu boleh merasa sedih atau marah, namun jangan terlalu berlarut. Jangan sampai kamu sakit hati ‘sendiri’, ingat kamu lebih berharga.

  • Avoid self-blame (Hindari Menyalahkan Diri Sendiri)

Jangan salahkan dirimu dan jangan biarkan perilaku dan sikap orang lain mengurangi self-esteem. Jangan terlalu ambil pusing dan ketahui bahwa perilaku ghosting lebih pada pelaku dan bukan tentang dirimu. Kamu tidak bisa membuat seseorang mencintaimu, mungkin ia bukan orang yang cocok untukmu dan bukan pilihan terakhir untuk menjadi pasanganmu. Kalau memang cinta, dia nggak akan ngilang.

  • No contact (Batasi Komunikasi)

Ketika kamu merasa sangat ingin mengirimkan pesan atau menelepon orang tersebut, pikirkan apa yang akan kamu rasakan nantinya. Beri batasan pada dirimu dan tau apa saja yang bisa kamu terima dan tidak bisa kamu terima.

  • Lihat apakah ada “red flags” atau sinyal-sinyal buruk dari pasangan yang kamu abaikan.
  • Don’t Isolate (Jangan Menutup Diri)

Kembali ke kehidupanmu, buat rencana dengan teman-teman, dan nikmati hal-hal yang ingin kamu lakukan. Istirahatlah sebentar, jangan terlalu terburu-buru menjalin sebuah hubungan baru. Tapi juga jangan terlalu menutup diri dan tenggelam dalam luka masa lalu.

CARA TERHINDAR DARI GHOSTING

1. Sadari dan Kita Harus Dapat mengidentifikasi ghosting

  • Sikap dan Perilaku Pelaku Ghosting
  • Komunikasi ga jelas (dari segi waktu, interval, dan pembicaraan)
  • Manipulatif atau memanfaatkan dari awal interaksi
  • Isi (Content)
  • Membatasi informasi tentang dirinya
  • Sering kali berkutat pada kebutuhan dia daripada kebutuhan bersama (misalnya pembicaraan maunya apa, atau bahkan menjurus pada interaksi seksual)

2. Berlatih untuk mengambil keputusan

  • Biasakan mencari berbagai masukan dan informasi dari sumber terpercaya sebelum memutuskan
  • Melatih diri untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang, misalnya diri sendiri, orang yang mengalami, orang yang melihat
  • Buat skala prioritas, misalnya dari yang terpenting, dari yang paling perlu segera dilakukan, atau dari yang paling dibutuhkan. Lakukan secara tertulis (dapat dilihat dan dievaluasi kembali)

3. Berlatih untuk mengungkapkan perasaan dengan cara komunikasi yang tepat, misalnya I-MESSEGE

I-MESSEGE

Secara umum I-Message merupakan teknik komunikasi yang berfokus pada perasaan daripada pemikiran lawan bicara kita. I-Message atau kalimat pesan yang menggunakan ‘aku’ memungkinkan pembicara mengungkapkan perasaan sekaligus bersikap tegas tanpa menyalahkan lawan bicara.

Konsep

AKU MERASA – SAAT – AKU INGIN – KARENA/AGAR

Contoh Kasus

Sudah 2 minggu kekasihmu tidak ada kabar, pesan singkat tak berbalas, telepon juga tak diangkat. Sebel, tapi khawatir dan pengen tau kabarnya, cuma gengsi. Gimana dong cara ngungkapinnya?

Contoh Kalimatnya

Hai, apa kabar? Aku khawatir banget lho udah 2 minggu kamu nggak ada kabarnya. Sehatkan? Kalau kamu udah ngerasa legaan, aku pengen kita ngobrol ya, karena aku pengen tahu kenapa kamu menghilang 2 minggu. Biar aku nggak khawatir, biar kita sama- sama enak.


Sumber: Diskusi UNALA Talk “Aku Ogah di-Ghosting! Yuk, Ngobrol!” bersama Dite Anindita, S.Psi., Konselor Pengembangan Diri dan Manager Branding & Social Media Wiloka Workshop pada Jumat, (21/8)