GHOSTING

#UNALAcare

Oleh: Maulidya Risne Andini


“Kau datang dan pergi oh begitu saja…”

Siapa nih yang familiar dengan lirik lagu di atas? Penggalan lirik lagu berjudul “Ruang Rindu” dari Letto itu terasa relate dengan kondisi saat di-ghosting-in si dia. Ups!

Dalam hubungan asmara, perilaku memutuskan komunikasi atau hubungan tanpa kejelasan ini jelas nggak baik, lho! Yuk, simak penjelasannya!

5 ALASAN ORANG MELAKUKAN GHOSTING?

  • Ghosting dalam dunia ‘percintaan’ adalah sebuah fenomena hubungan, dimana pasangan/seseorang tiba-tiba menghilang tanpa kejelasan dan sebab yang pasti.
  • Biasanya orang yang melakukan ‘ghosting’ adalah mereka yang tidak percaya bahwa sebuah hubungan itu dapat terus bertumbuh dan berkembang.
  • Jika dalam situasi sedang PDKT, komunikasi yang terjalin bisa menjadi cara agar sebuah hubungan berkembang menjadi sebuah ketertarikan seiring dengan berjalannya waktu.

MENGAPA ORANG DAPAT MELAKUKAN GHOSTING?

  • Pelaku ghosting melakukan hal tersebut untuk memproteksi diri dengan mengorbankan perasaan orang lain. Tentunya ini tidak baik, ya!
  • Alasannya berbagai macam, dari mulai takut sampai memang dia hanya sekedar iseng saja.
  • Pada intinya, ghosting itu tentang keinginan untuk menghindari konfrontasi, menghindari percakapan yang sulit, menghindari menyakiti perasaan seseorang.

ALASAN SESEORANG MELAKUKAN GHOSTING

1. Convenience (Kenyamanan)

Beberapa orang merasa bahwa menghilang lebih mudah dan nyaman dilakukan daripada harus mengatur strategi atau meyiapkan alasan untuk mengakhiri sebuah hubungan.

2. Attraction (Daya Tarik)

Beberapa orang menjadikan alasan “tidak tartarik lagi” untuk melakukan ghosting. Biasanya terjadi ketika awal dikenalkan atau ketika online dating.

3. Negative Interaction (Interaksi Negatif )

Biasanya pelaku ghosting akan melakukan interaksi yang tidak baik sehingga membuat pasangannya marah, frustasi, atau toxic sehingga memilih untuk mengakhiri hubungan

4. Relationship State (Status Hubungan)

Perilaku ghosting bisa terjadi pada berbagai bentuk hubungan, seperti hubungan romantis, pertemanan, atau perkenalan, dan juga pada hubungan yang sudah terjalin lama ataupun sebentar. Ketika seseorang melakukan ghosting, biasanya mereka melihat faktor investasi waktu dan keterikatan ketika berhubungan.

5. Safety (Keamanan)

Beberapa orang menjadikan keamanan sebagai alasan, seperti situasi yang berbahaya, melakukan hal yang tidak pantas, menakutkan, sebagai proteksi diri, atau kesehatan mental diri sendiri, sehingga melakukan ghosting merupakan salah satu cara paling mudah dan praktis untuk keselamatan.


Sumber: Diskusi UNALA Talk “Aku Ogah di-Ghosting! Yuk, Ngobrol!” bersama Dite Anindita, S.Psi., Konselor Pengembangan Diri dan Manager Branding & Social Media Wiloka Workshop pada Jumat, (21/8)