Apa itu Body Image Positif & Negatif ?

#UNALAfact

Oleh: Maulidya Risne Andini


Siapa di sini yang pernah menghitung IMS atau Indeks Massa Tubuh gara-gara ada teman yang komentar tentang bentuk tubuh kita ? Komentar orang tentang tubuh kita seringkali mengganggu dan bikin kita jadi insecure, melakukan penolakan dan tidak mencintai diri sendiri kan. Nah, biar kita bisa membangun body image yang positif, penulis jelasin ya.

Fakta Tentang Body Image

Para peneliti dari University of Illinois, Chicago, menemukan bahwa perempuan muda dengan berat badan normal atau rendah yang percaya bahwa mereka terlalu berat lebih cenderung mengejar perilaku penurunan berat badan yang tidak aman daripada mereka yang mampu menilai status berat badan mereka secara akurat.

Perbedaan Body Image Positif dan Negatif

Body Image Positif

  • Senang dengan cara kita melihat, menerima dan merasa baik tentang tubuh dan penampilan kita, bahkan jika itu tidak sesuai dengan pandangan dari media, keluarga, atau teman.
  • Bangga dengan penampilan dan memiliki rasa percaya diri terhadap tubuh.
  • Gaya hidup sehat, dengan diet seimbang dan olahraga, dapat berkontribusi pada citra tubuh yang positif.

Body Image Negatif

  • Merasa penampilan diri sendiri tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat, keluarga, teman, dan media.
  • Sering membandingkan diri dengan orang lain
  • Merasa malu dan kurang percaya diri karena tidak nyaman dan canggung dengan tubuh sendiri.

Faktor yang Berkontribusi Terhadap Body Image Negatif

  • Diejek tentang penampilan saat kecil.
  • Tumbuh dengan orang tua yang tidak bahagia dengan bentuk tubuh mereka.
  • Kecenderungan budaya untuk menilai orang berdasarkan penampilan.
  • Tekanan teman sebaya dengan membandingkan diri dengan orang lain.

Body Image Perempuan

Freedman (1986) menyatakan bahwa tinggi-rendahnya ketidakpuasan terhadap citra tubuh
ditentukan oleh seberapa besar kesesuaian antara tubuh yang senyatanya dengan norma kecantikan yang berlaku. Jika terdapat kesenjangan yang besar antara tubuh yang ideal dengan tubuh yang senyatanya, maka mayoritas perempuan akan memandang diri mereka sendiri sebagai orang yang tidak dapat menyesuaikan diri dan merasa dituntut untuk membentuk diri mereka agar sesuai dengan ‘cetakan’ yang populer.


Sumber: Bibliography Sukamto, M. E. (2006). Citra Tubuh Perempuan di Media Massa. Anima Indonesian Psychological Journal, Vol. 21 No. 3, 299-305, https://www.betterhealth.vic.gov.au/, https://www.medicalnewstoday.com/