Peyebab dan Akibat Perkawinan Anak

#UNALAkasus

Oleh: Septia Annur Rizkia


Perkawinan anak sangatlah berisiko. Sebab usia anak bukanlah usia yang tepat untuk membangun rumah tangga. Persiapan yang dibutuhkan pun beragam, dan itu kompleks. Mulai dari kesiapan organ reproduksi serta kesiapan mental diri juga sangat dibutuhkan.

Selain itu, perkawinan anak pun sangat berisiko pada kesehatan perempuan, karena secara biologis, organ reproduksi mereka belum siap.

Penulis ingin memberikan info singkat tentang fakta dan faktor penyebab serta akibat dari adanya perkawinan anak

STOP PERKAWINAN ANAK !

Adapun undang-undang yang mengatur tentang perkawinan di Indonesia:

  • UU revisi Perkawinan No. 1 Tahun 1974 pasal 7 ayat 1 mengatur batas minimal usia perkawinan untuk laki-laki dan perempuan menjadi 19 tahun.
  • Jika ada perkawinan yang berlangsung di bawah batas usia minimal perkawinan, maka disebut sebagai Perkawinan Anak.

Fakta-fakta yang perlu diketahui!

  • Perkawinan anak (usia di bawah 18 tahun) masih tinggi.
  • Data perkawinan anak dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2018 BPS tercatat, angka perkawinan anak di Indonesia terbilang cukup tinggi yaitu mencapai 1,2 juta kejadian.
  • Dari jumlah tersebut proporsi perempuan umur 20-24 tahun yang berstatus kawin sebelum umur 18 tahun adalah 11,21% dari total jumlah anak.
  • Artinya, sekitar 1 dari 9 perempuan usia 20-24 tahun menikah saat usia anak.
  • Sedangkan 1 dari 100 laki-laki berumur 20 – 24 tahun menikah saat usia anak.
  • Anak perempuan yang menikah lebih cenderung tidak meneruskan sekolah dibandingkan anak laki-laki.
  • Perempuan yang menikah di usia anak berisiko kematian lebih tinggi akibat komplikasi saat kehamilan dan melahirkan, dibandingkan perempuan dewasa:
    • Kematian ibu meningkat 2-4 kali lipat pada kehamilan usia dini dibandingkan dengan kehamilan di atas usia 20 tahun.
    • Badan Pusat Statistik melaporkan pada 2016, sekitar 26,16% perempuan yang melahirkan anak pertama mereka berada pada usia di bawah 20 tahun.
    • Artinya, lebih dari seperempat perempuan usia subur di Indonesia, melahirkan pada usia di bawah 20 tahun.

Faktor Penyebab Perkawinan Anak

Faktor yang menjadi penyebab terjadinya perkawinan anak adalah karena faktor ekonomi sosial yang meliputi:

  • Minimnya pendidikan atau putus sekolah
  • Kebutuhan ekonomi
  • Kultur nikah muda
  • Pernikahan yang diatur
  • Seks berisiko pada remaja
  • KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan)

Akibat Perkawinan Anak:

  • Tingginya peluang kematian Ibu
  • KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)
  • Berdampak pada kesehatan reproduksi
  • Subordinasi keluarga
  • Droup out dari sekolah


Sumber: Diskusi kemenpppa.go.id, unicef.org