Kenapa Pendidikan Kespro Bagi Remaja itu Penting ?

#UNALAkasus

Oleh: Septia Annur Rizkia


Edukasi terkait kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh semua kalangan, terutama  remaja, hal ini sangatlah penting. Hal tersebut semakin diperkuat dengan data terkait kondisi keluarga yang ada di Indonesia.

Selain itu, menghilangkan stigma yang menganggap pendidikan kespro sebagai sesuatu yang tabu merupakan tugas kita bersama. Terutama kita semua yang sudah mulai terpapar pengetahuan di ranah tersebut.

Kenapa Pendidikan Kesehatan Reproduksi (Kespro) Penting?, ada dua alasan yakni:

  • Pendidikan Kespo tidak ditujukan untuk mengajarkan mereka tentang hubungan seks, namun memberi pengetahuan tentang upaya yang perlu mereka tempuh untuk menjaga kesehatan organ reproduksi mereka.
  • Setiap remaja mempunyai hak untuk mendapatkan akses dan informasi tentang kesehatan reproduksi. (ICPD – Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan di Kairo, Mesir, 1994)

Sedangkan Kespro Bagi Remaja adalah:

  • Memiliki informasi yang benar mengenai fungsi, peran, dan proses reproduksi.
  • Memiliki sikap serta tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi.

Sedangkan, Kondisi Keluarga di Indonesia

  • Angka kematian bayi, 24 kematian dari 1000 kelahiran hidup (SDKI, 2017)
  • 27,67% balita mengalami stunting (Survei Status Gizi Balita Indonesia, 2019)
  • 5,1% remaja pernah mengonsumsi NAPZA (SKAP, 2019)
  • Persentase hubungan seks berisiko, usia 20-24 tahun sebesar 14% dan usia 15-19 tahun sebesar 4% (SDKI, 2017)
  • Meningkatnya angka perceraian sebesar rata-rata 3% per tahun (Pengadilan Agama, 2017)
  • 9,6% atau 25 juta jumlah penduduk Indonesia adalah lansia, 1 dari 4 lansia mengalami sakit (BPS, 2019)