Tips Melindungi Privasi di Media Sosial dan Aplikasi Percakapan

#UNALAtips

Oleh: Septia Annur Rizkia


 

  • Pisahkan akun pribadi dengan akun publik

 

Menggunakan beberapa akun untuk memisahkan hal-hal bersifat pribadi dan hal-hal yang bisa dibagi ke publik bisa menjadi alternatif untuk melindungi diri dari dunia maya.

 

  • Cek dan atur ulang pengaturan privasi

 

Sesuaikan pengaturan privasi dengan level kenyamanan diri dalam berbagi data pribadi, seperti nama, foto, nomor ponsel (geo-tag atau location sharing), aplikasi yang kamu berikan akses atas akun media sosial atau aplikasi percakapan yang kamu miliki. Kendalikan sendiri siapa atau apa saja yang dapat mengakses data pribadimu.

 

  • Ciptakan password yang kuat dan nyalakan verifikasi login

 

Hindari peretasan akun media sosial kamu dengan menciptakan password login yang kuat (panjang dan mengandung unsur huruf, angka, dan simbol) dan aktifkan verifikasi login. Dalam beberapa platform media sosial atau aplikasi percakapan verifikasi login disebut dengan istilah 2-step verification atau 2-factor authentication. Berlakukan juga hal ini untuk email pribadi.

 

  • Jangan sembarang percaya aplikasi pihak ketiga

 

Aplikasi pihak ketiga, misalnya yang mengadakan kuis di Facebook, biasanya meminta akses akun media sosialmu. Aplikasi pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab bisa saja menggunakan informasi atau data pribadi yang mereka dapat dari akses tersebut secara tidak bertangung jawab dan bisa jadi berdampak pada kehidupanmu, baik online maupun offline.

 

  • Hindari berbagi lokasi pada waktu nyata (real time location sharing)

 

Lokasi pada waktu nyata atau lokasi tempat seseorang yang seringkali dilewati atau dikunjungi dapat menjadi informasi yang berharga bagi orang-orang yang ingin berniat jahat, misalnya penguntit.

 

  • Berhati-hati dengan URL yang dipendekkan

 

Ada potensi bahaya ketika mengklik URL yang dipendekkan. Bila berasal dari akun yang mencurigakan, bisa saja URL tersebut mengarahkan kita ke situs-situs berbahaya atau jahat yang dapat mencuri data pribadi kita.

 

  • Lakukan data detox

 

Tactical tech dan Mozilla telah menyusun data detox untuk mengecek keberadaan data diri pribadi di internet. Silakan coba data detox agar dapat menjadi pribadi yang lebih mempunyai kendali atas data diri di ranah online dengan mengakses  https://datadetox.myshadow.org

 

  • Jaga kerahasiaan pin atau password pada ponsel atau laptop pribadi

 

Seringkali, pelaku kekerasan berbasis gender online dan offline adalah orang-orang terdekat. Untuk itu, perlu untuk memasang dan menjaga kerahasiaan pin atau password pada gawai/perangkat elektronik pribadi lainnya, terutama yang menyimpan data-data pribadi.

 Sumber: s.id/panduankbgo yang dipaparkan pada diskusi  Zoom Meeting UNALA, “KBGO”, oleh Ellen Kusuma, Kasubdiv DARK SAFEnet