Pemicu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Tengah Covid-19

#UNALAkasus

Oleh: Septia Annur Rizkia


Belakangan, muncul beberapa fakta terkait semakin tingginya angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), khususnya di situasi pandemi Covid-19 ini.

Hal tersebut dapat dilihat dari data yang telah disajikan oleh Komnas Perempuan tahun 2020 yang menyebutkan bahwa terdapat 14.719 kasus kekerasan terhadap perempuan di ranah personal, komunitas, serta negara.

Fakta lain mengatakan, 59% korban KDRT adalah seorang istri. Selain itu, Komnas Perempuan juga mencatat, kasus Kekerasan Terhadap Istri (KTI) mencapai angka tertinggi yaitu 6.555 dari 11.105 kasus di ranah personal (Lembaga Layanan).

Hal tersebut pastinya mengundang banyak polemik, serta akan tetap ada beberapa pihak yang membantu memperjuangkan kasus yang setiap tahun semakin naik dalam catatatan tahunan Komnas Perempuan tersebut.

Nah, setiap orang termasuk remaja juga perlu mengedukasi diri tentang isu-isu kekerasan, termasuk isu KDRT yang mungkin juga pernah kita jumpai di sekeliling kita. Selain itu, menjadi diri yang mawas diri juga sebagai upaya membantu pihak lain yang mungkin tidak memiliki akses untuk menindaklanjuti kasusnya, entah karena ketidaktahuan maupun faktor lainnya yang menghambatnya untuk menyelesaikan urusannya di ranah hukum, serta lain-lainnya.

Maka, kita pun perlu memiliki bekal yang cukup untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut. Nah, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu terjadinya tindakan KDRT, khususnya di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Diantaranya yaitu dari segi fisik, psikologis, profesionalitas, ekonomi, hingga seksualitas.

Fisik: Gampang capek/lelah, tidak ada pembagian kerja domestic dan pengasuhan.

Psikologis: Stress, cemas tentang ketidakjelasan pekerjaan, mendadak menjadi guru semua mata pelajaran.

Profesionalitas: Memperlakukan anggota keluarga sebagai bawahan.

Ekonomi: Banyak kebutuhan dan pengeluaran, sehingga membuat kondisi ekonomi keluarga – membengkak.

Seksualitas: Waktu privasi menjadi berkurang karena terbatasnya kamar.

Nah, sementara sampai disitu dulu ya! Dan kalau kamu ada pertanyaan lainnya terkait isu tersebut maupun isu-isu kesehatan, bisa segera hubungi 0811 2555 390, Gratis!


Sumber: Materi Diskusi Covid-19 dan Kekerasan Seksual oleh Alimatul Qibtiyah (Komisioner Komnas Perempuan)