Manajemen Kesehatan Menstruasi di Situasi Pandemi: Seperti Apa dan Bagaimana?

#UNALAfact

Oleh: Septia Annur Rizkia


Apa itu MKM?

Manajemen Kesehatan Menstruasi (MKM) adalah pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi. Perempuan harus dapat menggunakan pembalut yang bersih, dapat diganti sesering mungkin selama periode menstruasi, dan memiliki akses untuk pembuangannya, serta dapat mengakses toilet, sabun, dan air untuk membersihkan diri dalam kondisi nyaman dengan privasi yang terjaga.

Mengapa MKM penting?

Mengelola menstruasi dengan cara bermartabat adalah hak asasi bagi perempuan, baik dewasa maupun anak anak. Banyak anak perempuan tidak memiliki pemahaman yang tepat bahwa menstruasi mereka adalah proses biologis yang normal dan mereka justru baru mengenalnya pada saat pertama kali seorang anak perempuan mengalami menstruasi.

Selain itu, MKM juga penting untuk laki-laki karena berdampak bagi meningkatnya pengetahuan tentang kesehatan sistem reproduksi manusia, meningkatnya keterampilan pada pengasuhan orang tua, dan mendorong kesetaraan gender. Tidak hanya itu, MKM juga dapat berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi dan partisipasi pendidikan para anak perempuan, serta anak-anak mereka di masa mendatang.

Fakta tentang MKM

– Menjaga kebersihan tubuh pada saat menstruasi, dengan mengganti pembalut sesering mungkin dan membersihkan bagian vagina dan sekitarnya dari darah, akan mencegah perempuan dari penyakit infeksi saluran kencing, infeksi saluran reproduksi, dan iritasi pada kulit.

– Penelitian UNICEF di Indonesia pada tahun 2015 menemukan fakta 1 dari 6 anak perempuan terpaksa tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih, pada saat menstruasi. Ketidakhadiran siswi perempuan di sekolah membuat mereka ketinggalan pelajaran. Ada beberapa alasan mengapa menstruasi dapat memicu siswi perempuan untuk membolos, seperti nyeri haid, sedangkan sekolah tidak menyediakan obat pereda nyeri, tidak adanya jamban yang layak di sekolah, tidak tersedianya air untuk membersihakn diri dan rok yang ternoda darah, tidak tersedianya pembalut cadangan ketika dibutuhkan, serta tidak tersedianya tempat sampah dan pembungkus untuk membuang pembalut bekas. Selain itu juga perlakuan siswa laki-laki yang kadang mengejek membuat siswi perempuan enggan ke sekolah. Tabu dan stigma pun membuat terbatasnya aktivitas siswi perempuan pada saat menstruasi, misalnya olahraga.

Situasi MKM pada Remaja

Tidak tersedianya tempat untuk membuang pembalut bekas pakai akan mendorong seorang perempuan untuk membuangnya di lubang kloset atau di sembarang tempat. Akibatnya kloset tersumbat tidak berfungsi, dan kotor sehingga pada akhirnya tidak digunakan. Penelitian Plan International Indonesia pada tahun 2016 menyebutkan hanya 25% anak perempuan yang diajarkan cara membuang pembalut yang benar.

Banyaknya mitos dan kepercayaan tentang menstruasi bisa berdampak merugikan kesehatan perempuan. Dari sekian banyak mitos yang beredar di tengah masyarakat umum, upaya-upaya yang sifatnya mengedukasi sangatlah penting guna meminimalisir risiko kesehatan perempuan.

Contoh-contoh dari mitos tersebut diantaranya yaitu, adanya larangan berkeramas ketika sedang menstruasi. Padahal, membersihkan diri termasuk mencuci rambut atau berkeramas saat menstruasi sangatlah diperlukan dan tidak dilarang. Sebab keramas serta mandi disaat menstruasi justru dapat melindungi tubuh dari bakteri, infeksi, serta bau tidak sedap.

Dan mitos-mitos lainnya seperti dilarang makan daging ketika sedang menstruasi. Padahal daging maupun ikan mengandung banyak proten dan zat besi yang dibutuhkan perempuan untuk mengganti sel-sel darah merah yang hilang saat menstuasi.

Selain itu, banyak juga mitos lainnya yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi seperti penyebab kehamilan dan lain-lain.

Nah dengan adanya edukasi tentang MKM, seseorang pun akan memahami organ reproduksinya pula, terutama perempuan. Disana juga akan dijelaskan terkait proses terjadinya menstuasi maupun kehamilan, serta bagian organ reproduksi perempuan yang perlu diketahui, dijaga, serta dirawat kebersihannya.

Jadi, di situsi pandemi pun, menjaga kesehatan menstruasi juga amat penting. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah tugas masing-masing orang dengan saling bekerja sama.

Kalau kamu punya pertanyaan seputar isu menstruasi, bisa menghubungi 0811 2555 39, Gratis!


Sumber: Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Panduan Menejemen Kesehatan Menstruasi Bagi Guru dan Orang Tua, 2017.