Yuk Ketahui Penyebab Fenomena Balapan Liar di Situasi Pandemi!

#UNALAkasus

Oleh: Septia Annur Rizkia


Beberapa waktu ini, terdapat pemberitaan terkait adanya fenomena balapan liar di situasi pandemi di sejumlah wilayah, khususnya yang ada di negara ini. Balapan liar sendiri merupakan salah satu perilaku remaja yang berisiko sebab kegiatan tersebut saling beradu kecepatan di lalu lintas jalan raya dan tidak memiliki aturan sehingga bisa berdampak merugikan banyak pihak.

Dampak

Dampak dari kegiatan balapan liar ini beragam, selain merugikan diri sendiri juga dapat merugikan orang lain, salah satunya yaitu bisa mengakibatkan kecelakaan, dan lain-lain. Pastinya, akan sangat mengganggu pengemudi atau pemakai jalan lainnya.

Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas selama tahun 2019 dari Divisi Humas Mabes Polri atas rekap Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia, terdapat 107.500 peristiwa kecelakaan dari beragam faktor.

Maka, menghindari perilaku berisiko semacam balapan liar termasuk salah satu upaya pencegahan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Sedangkan, sebagaimana yang kita ketahui, kegiatan balapan liar masih terjadi di beberapa tempat di tengah situasi pandemi yang belum berakhir ini. Ya, pastinya risiko dari perilaku tersebut bisa dua kali lipat dari situasi sebelumnya.

Yang semestinya kita diharuskan jaga jarak fisik satu sama lain, malah membuat kerumunan. Hal tersebut tentunya sangat berisiko terhadap penyebaran Covid-19.

Beberapa sumber mengatakan, jalanan yang sepi dikarenakan aktivitas masyarakat yang berkurang dijadikan kesempatan sekumpulan para remaja untuk melakukan aksi balap liarnya. Para remaja yang tergabung pun bisa dikatakan berasal dari berbagai kalangan, ada yang usia SMA, Mahasiswa, bahkan yang sudah berumah tangga juga ada yang mengikuti kegiatan balapan tersebut.

 

Faktor/ Penyebab

Selain itu, terdapat beberapa faktor dan motif yang menyebabkan serta yang mempengaruhi sebagian remaja mengikuti balapan liar juga beragam, diantaranya yaitu karena hobi, mengikuti tren, ketersediaan motor balap, sarana untuk memperoleh uang, coba-coba, teman sebaya, keluarga, maupun lingkungan, dan jalanan sepi menjadi kesempatan di situasi pandemi ini.

Kurangnya edukasi atau akses informasi yang kredibel dan menyeluruh kepada para remaja juga menjadi salah satu penyebab terjadinya perilaku berisiko remaja, termasuk informasi terkait proses penularan dan pencegahan penyebaran Covid-19 yang harus  didapatkan semua kalangan, tak terkecuali para remaja.

Kalau kamu punya pertanyaan seputar kesehatan atau ingin curhat terkait persoalan di situasi pandemi ini, bisa menghubungi 0811 2555 390, Gratis! Atau bisa download aplikasi UNALA di playstore.


Refrensi: Korlantas.polri.go.id