Jangan hanya Katanya, Yuk cari tahu Fakta dan Mitos Seputar Covid-19 Menurut WHO!

#COVID-19

Oleh: Septia Annur Rizkia


Munculnya virus jenis baru atau yang disebut dengan Covid-19 ini berdampak pada banyak hal, salah satunya yaitu terkait kesalahpahaman mengenai virus tersebut. Nah, berikut adalah fakta dan mitos tentang Coronavirus atau Covid-19 menurut World Health Organization (WHO):

Mitos: menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh dapat membunuh virus Covid-19.

Faktanya, menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh serta zat-zat semacam itu bisa berbahaya bagi pakaian atau selaput lendir tubuh seperti mata dan mulut. Alkohol dan klorin dapat berguna untuk mendisinfeksi permukaan, tetapi perlu digunakan di bawah rekomendasi yang tepat.

Mitos: antibiotik efektif dalam mencegah dan mengobati Covid-19.

Faktanya, Antibiotik tidak bekerja melawan virus, melainkan hanya bakteri. Covid-19 adalah virus dan oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan.

Mitos: tidak aman menerima surat atau paket dari Cina.

Faktanya, orang yang menerima paket dari Cina tidak berisiko tertular virus corona. Dari analisis sebelumnya, coronavirus tidak akan bertahan lama pada objek, seperti surat atau paket menurut WHO.

Mitos: vaksin pneumonia dapat melindungi dari diri virus Covid-19.

Meski keduanya merupakan penyakit pada sistem pernapasan, faktanya vaksin pneumonia, seperti vaksin pneumokokus dan vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib), tidak memberikan perlindungan terhadap virus corona baru. Virus COVID-19 adalah virus baru dan berbeda sehingga membutuhkan vaksin sendiri.

Mitos: makan bawang putih membantu mencegah infeksi Covid-19.

Bawang putih adalah makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti bahwa makan bawang putih telah melindungi orang dari virus Corona tersebut.

Mitos: pengering tangan efektif untuk membunuh virus Covid-19.

Faktanya, pengering tangan tidak efektif dalam membunuh virus Corona. Untuk melindungi diri dari virus tersebut, disarankan untuk membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur, guna meminimalisir risiko masuknya virus ke dalam tubuh.

Mitos: lampu desinfeksi ultraviolet (UV) dapat membunuh Covid-19.

Beberapa rumah sakit memang menggunakan lampu ini untuk membunuh mikroba pada alat-alat kesehatan seperti di ruang operasi atau di laboratorium. Namun, WHO tidak menyarankan menggunakan lampu UV untuk mensterilkan tangan atau area kulit lainnya karena radiasi sinar UV dapat menyebabkan kulit menjadi iritasi.

Mitos: pemindai suhu atau thrrmal detector efektif dalam mendeteksi orang yang terinfeksi Covid-19

Faktanya, alat ini hanya bisa mendeteksi gejala demam, karena satu-satumya yang bisa mendeteksi Corona yaitu dengan Swab Test.

Mitos: memakai minyak wijen dapat menghalangi Covid-19 memasuki tubuh.

Faktanya, minyak wijen tidak bisa membunuh virus corona. Ada beberapa disinfektan kimia yang dapat membunuh Covid-19, termasuk desinfektan berbasis pemutih atau klorin, baik pelarut, etanol 75 persen, asam perasetat dan kloroform.

Mitos: Covid-19 memengaruhi orang yang lebih tua.

Faktanya, orang-orang dari segala usia dapat terinfeksi oleh Covid-19. Namun, usia lansia, orang dengan sistem imun lemah, dan orang yang memiliki riwayat medis seperti jantung dll, lebih rentan terpapar atau terinfeksi.

Maka, WHO pun menyarankan ke semua orang dari segala usia untuk mengambil langkah-langkah melindungi diri dari virus, semisal dengan mengikuti kebersihan tangan yang baik dan kebersihan pernapasan yang baik.

Kalau kamu punya pertanyaan atau ingin konsultasi online dengan tenaga medis mitra UNALA, bisa menghubungi 0811 2555 390, Gratis!


Sumber: who.int