Hal yang perlu dilakukan di Situasi Pandemi, Menjadi Reaktif atau Responsif?

#COVID-19

Oleh: Septia Annur Rizkia


Pembahasan kita masih berkaitan merespon situasi-situasi pandemi, yang tidak jarang menyebabkan kepanikan dan kecemasan banyak orang.

Nah, seringkan kita mendapat berita atau informasi terkait Covid-19 yang isinya tentang jumlah korban, dan lain-lain. Ya, pastinya hal tersebut juga berdampak pada kondisi psikis masing-masing orang yang berbeda.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan di tengah situasi Covid-19 yang membuat emosi setiap orang bisa berubah suatu saat?

Maka, mari kita kenali serta bedakan terlebih dahulu mengenai tindakan yang mengarah pada sikap reaktif serta responsif.

Apa itu Reaktif?

Reaktif merupakan suatu sikap yang tergesa-gesa dan tanpa berpikir panjang. Artinya, tanggapan yang diberikan langsung, segera, tidak terkontrol atas suatu kejadian serta tidak mempertimbangkan efek jangka panjang dari apa yang dilakukan serta dikatakan.

Biasanya, hal seperti itu dapat memicu reaksi yang membuat panik dan kacau, yang berakibat merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, berujung pula pada rasa penyesalan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Contoh Reaktif di tengah situasi wabah Covid-19, diantaranya yaitu:

– Menimbun barang sehingga mengakibatkan kelangkaan dan merugikan banyak pihak yang lebih membutuhkan.

Semisal memborong barang kebutuhan baik untuk diri sendiri maupun untuk dijual lagi ke banyak orang demi mendapat benyak keuntungan. Padahal, ada pihak lain yang lebih membutuhkan, seperti para tenaga medis atau orang-orang yang sedang sakit, jika itu berupa masker, hand sanitizer, maupun Alat Pelindung Diri (APD).

– Dihimbau untuk phisycal distancing atau menjaga jarak, malah piknik atau berlibur ke luar kota, wilayah, atau negara (terlalu menyepelekan).

Perlu diketahui, memang tidak semua orang yang terpapar virus corona atau covid-19 menimbulkan gejala-gejalanya, sebab hal tersebut dipengaruhi juga oleh sistem imun tubuh masing-masing orang.

Namun, hal tersebut berisiko pada orang-orang di usia lansia yang sistem imun tubuhnya lebih lemah, jika seumpama diri kita terpapar virus itu disaat perjalanan tersebut.

Maka, selain dihimbau untuk tidak panik, kita juga tidak boleh meyepelekan dan tetap harus memikirkan nasib serta kebaikan orang lain.

– Menyebarkan berita atau informasi dari sumber-sumber yang tidak valid atau tanpa cek-ricek, yang berakibat pada kecemasan dan kepanikan.

Membagikan informasi bukanlah larangan, namun jika hal tersebut menimbulkan kepanikan, alangkah baiknya jika lebih hati-hati dan diminimalisir sebaik mungkin.

Adakalanya juga perlu membagikan kabar baik, tidak hanya yang menakut-nakuti saja, sebab kondisi emosi setiap orang itu berbeda. Dan selau cek ricek serta klarifikasi setiap berita yang masuk.

Apa itu Responsif?

Responsif merupakan suatu tindakan atau tanggapan yang dilakukan dengan hati-hati serta mempertimbangkan banyak hal. Maksudnya, memberikan tanggapan yang telah dipikirkan dengan baik, tenang, penuh pertimbangan, serta didasarkan pada informasi dari pikiran sadar dan bawah sadar.

Tindakan tersebut lebih tepat dan bermanfaat dalam merespon situasi pandemi atau wabah Covid-19 ini, .sebab mempertimbangkan serta menjaga kebaikan diri sendiri dan orang lain.

Contoh Responsif di tengah Situasi wabah Covid-19, diantaranya yaitu:

– Tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang masuk.

– Melakukan verifikasi, klarifikasi, konfirmasi, atau menelaah kembali setiap informasi yang didapat.

– Melakukan cara-cara pencegahan dari sumber yang dapat dipercaya atau para tenaga medis.

Yaitu cuci tangan dengan 6 langkah sebagaimana yang dianjurkan WHO, menjaga kebersihan diri serta pola hidup sehat, menggunakan masker jika batuk atau flu, serta jaga jarak satu sama lain dan langkah-langkah lainnya sesaui protokol dari Dinas Kesehatan maupun Kementerian Kesehatan.

Menjadi reaktif atau responsif adalah pilihan masing-masing orang. Tapi, alangkah baiknya jika kita melakukan hal-hal dengan penuh pertimbangan yang tidak berakibat merugikan orang lain.

Nah gimana sobat? Apakah tindakan kita selama di situasi pandemi ini termasuk reaktif atau responsif?

Yuk, kita refleksikan bersama. Tetap tenang, rileks, berhati-hati, rajin mencuci tangan, serta jangan lupa menjaga pola hidup sehat ya!

Kalau kamu ingin konsultasi dengan tenaga medis mitra UNALA, bisa segera menghubungi 0811 2555 390, Gratis! Dan jangan lupa download aplikasi UNALA di playstore.