Yuk Kenali Perbedaan Isolasi, Karantina, dan Social Distancing

#COVI-19

Oleh: Septia Annur Rizkia


Virus Corona atau yang disebut Covid-19 telah menyebar di seluruh dunia dan menginfeksi ratusan ribu orang yang ada di dunia ini.

Apakah penyebaran virus yang bisa menular dengan cepat tersebut bisa diatasi? Jawabannya, bisa. Meskipun vaksin yang nantinya dipercayakan membantu menangkal virus menular tersebut masih dalam proses penemuan maupun penelitian.

Nah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghambat penyebaran virus corona, salah satunya yaitu social distancing untuk orang-orang yang tidak terpapar maupun yang tidak beresiko terpapar.

Lain halnya dengan Isolasi maupun Karantina yang keduanya hampir memiliki kesamaan namun tetap ada letak perbedaannya.

Apa sih bedanya Isolasi, Karantina, dan Social Distancing?

  • Isolasi

Yaitu tindakan memisahkan orang sakit yang memiliki penyakit menular dari orang yang tidak sakit untuk mencegah penyebaran penyakit.

Tujuannya yaitu untuk menerapkan pengendalian infeksi serta untuk menghambat penyebaran virus atau penyakit yang memiliki risiko menular.

Isolasi cenderung kepada menyiapkan fasilitas khusus untuk merawat pasien yang diisolasi seperti pelindung diri dan ruangan khusus.

Jadi lebih pada ke pemisahan diri seseorang dari orang lain. Dalam kasus isolasi untuk pasien dalam pengawasan (PDP), serta pasien positif covid-19, harus dilakukan di Rumah Sakit rujukan khusus. Isolasi digunakan untuk rawat inap dan mengobati orang yang terinfeksi, dan berlangsung sampai pasien pulih.

  • Karantina

Karantina adalah pemisahan bagi mereka yang tidak memiliki gejala, tetapi diduga terinfeksi, terutama jika kembali dari daerah yang terinfeksi. Mereka ditempatkan di ruang terbatas, gerakan mereka terbatas, dan mereka dimonitor untuk menentukan apakah mereka sakit.

Standart periode karantina adalah 14 hari. Orang-orang dikarantina hingga bisa dipastikan mereka tidak terinfeksi.

Tujuannya yaitu untuk menurunkan kemungkinan seseorang yang dapat menularkan penyakit ke orang lain.

Karantina diperuntukkan bagi mereka yang diyakini telah terpapar meski belum memperlihatkan gejala sakit.

  • Social Distancing

Social distancing adalah rutinitas menghindari kerumunan, pertemuan publik, atau tempat dekat atau sering bertemu orang dalam jumlah banyak. Menghindari tempat-tempat umum termasuk sekolah, pusat perbelanjaan, stadion olahraga, bioskop, dan acara outdoor.

Melakukan social distancing, artinya menjaga jarak sosial termasuk menjaga ruang yang cukup antara diri kita dan orang lain, di tempat kerja dan di tempat lain. Ini selain dimaksudkan untuk melindungi diri juga untuk masyarakat yang lebih luas, dengan menghilangkan rute transmisi virus.

Social distancing bisa dilakukan di rumah dengan keluarga yang memang sama-sama tidak melakukan interaksi dengan banyak orang yang ada di luar rumah. Artinya, sama-sama sudah dipastikan tidak terpapar virus apapun.

Tujuan adanya social distancing yaitu untuk mengurangi jumlah infeksi dan penyebarannya dalam jangka waktu yang lebih lama. Hasilnya adalah lebih sedikit infeksi dan lebih sedikit kematian.

Seberapa lama menerapkan Social Distancing selama adanya wabah ini?

Salah satu tulisan Tirto.id mengatakan, Washington Post menyatakan jawaban terbaik dan paling jujur, menurut ahli epidemiologi dan ahli virus, adalah: “Itu tergantung.” Social distancing tidak akan selesai dalam waktu dekat, baik dalam hitungan bulan maupun minggu.

Kasus coronavirus di AS misalnya, para ahli memprediksi social distancing akan berakhir tergantung pada kapan kasus COVID-19 di mencapai puncaknya.

Sedangkan, mengutip dari USA Today, penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa mereka yang terinfeksi virus dapat secara tidak sengaja menginfeksi orang lain sebelum gejala muncul. Pasien diprediksi dapat menyebarkan infeksi sampai mereka sembuh.

Maka, itulah pentingnya menerapkan Social Distancing, untuk saling menjaga satu sama lain. Namun jika merasa sakit atau mengalami gejala yang mengarah pada covid-19, segeralah datang ke layanan kesehatan yang tersedia, baik puskesmas maupun rumah sakit pemerintah.

Kalau masih punya pertanyaan seputar covid-19 maupun cara pencegahannya, bisa menghubungi 0811 2555 390, dokter atau bidan mitra UNALA akan membantu. Gratis!


Sumber: Centers for Disease Control and Prevention (CDD)