Yuk Ketahui Alur Deteksi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan!

#COVID-19

Oleh: Septia Annur Rizkia


Di tengah kondisi yang cukup membuat semua orang untuk terus berhati-hati, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan pun melakukan pemantauan dan penanganan kasus penyebaran covid-19.

Beberapa waktu lalu,Presiden Joko Wododo juga telah menghimbau ke masyarakat luas untuk mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak begitu diperlukan.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga memberikan alur untuk mendeteksi Covid-19 yang tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada siapapun.

Berikut merupakan alur atau tahap-tahap untuk mendeteksi covid-19:

Sebelum seseorang dinyatakan positif atau negatif corona, ada beberapa alur yang perlu diperhatikan dan dijalankan.

Pertama, mendeteksi seseorang sebelum dinyatakan suspect virus corona bisa dimulai dari orang yang melakukan perjalanan dari negara terjangkit maupun di wilayah Indonesia yang sudah ditemukan gejala maupun titik penyebarannya.

Nah, sedangkan jika terdapat warga yang ada di wilayah Indonesia mengalami gejala-gejala yang mengarah pada covid-19, semisal demam dan lain lain, maka akan dilakukan pemeriksaan di layanan kesehatan yang tersedia.

Istilah untuk seseorang yang mengalami demam, termasuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Dan apabila ODP atau orang yang dalam pantauan tersebut sakit dengan gejala-gejala yang mengarah pada covid-19, yaitu demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak nafas, dan lain-lain, maka langsung dijadikan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sama halnya dengan seseorang yang bekerja atau yang berada di tempat atau fasilitas kesehatan yang didalamnya terdapat pasien positif covid-19, ia juag termasuk kategori PDP atau dalam pengawasan.

Sementara, seseorang yang bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi Covid-19 juga masuk kategori orang dalam pengawasan.

Selanjutnya, jika pasien yang dinyatakan dalam pengawasan tersebut pernah mempunyai riwayat kontak dengan seseorang yang dinyatakan positif covid-19, maka statusnya pun menjadi suspect.

Sebagaimana yang dijelaskan di laman Kementerian Kesehatan, seseorang yang sudah menjadi suspect, maka selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan spesimen.

Himbauan dari para tenaga medis, tidak perlu menunggu dinyatakan suspect terlebih dahulu untuk melakukan pemeriksaan. Jika sudah mengarah pada gejala-gejala ODP atau PDP, segerakanlah datang ke layanan kesehatan untuk memastikan keadaan yang sebenarnya.

Andaikata pemeriksaan spesimen dari seseorang yang sudah suspect tersebut terkonfirmasi positif covid-19, maka ia pun akan diisolasi di rumah sakit rujukan covid-19. Dan akan dilakukan pemantaun sampai dinyatakan negatif.

Pun sebaliknya, jika hasil pemeriksaan spesimen negatif covid-19, maka pasien akan dipulangkan serta akan mendapat pemantauan.


Sumber: Kemkes.go.id