Yuk Kenali Novel Coronavirus atau Covid-19, beserta tanda-tandanya!

#COVID-19

Oleh: Septia Annur Rizkia


Dalam beberapa waktu ini, dunia sedang digegerkan dengan adanya virus jenis baru yaitu covid-19 atau yang biasa disebut Novel Coronavirus.

Apa sih Covid-19 atau Novel Coronavirus tersebut?

Disadur dari laman resmi Kemenkes RI, Novel Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau pilek dan penyakit yang serius seperti MERS dan SARS.

Menurut beberapa sumber yang ada, untuk 2019-nCov masih belum jelas awal penularannya, diduga dari hewan ke manusia karena kasus tersebut muncul pertama kali di Wuhan, yang semua memiliki riwayat kontak dengan pasar hewan Huanaan. Sedangkan nCov adalah singkatan dari Novel Coronavirus.

Coronavirus dapat menyebabkan penyakit mulai dari flue biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Sindom Pernapasan Timur Tengah (MERS-COV) dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-COV). Sebagian Coronavirus bersifat zoonatik yaitu penyakit pada hewan yang dapat menular ke manusia.

Ia merupakan virus jenis baru dari kelompok virus corona yang biasa dikenal dapat menyebabkan penyakit pernapasan pada manusia.

Asal Mula Penamaan Covid-19

Dilansir dari laporan yang ditulis di website Kemenkes RI, dalam konferensi pers pada hari Selasa tanggal 11 Februari 2020 di Jenewa, Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus Badan Kesehatan Dunia ( WHO) mengumumkan nama resmi untuk wabah virus corona, yakni Covid-19.

Penamaan Virus Covid-19 berasal dari, “Co” diambil dari nama corona, kemudian “vi” adalah virus, “d” adalah disease (penyakit), dan 2019 adalah tahun saat wabah itu pertama kali muncul. Laman Kemenkes RI menyebutkan, pemberian nama baru virus corona tersebut dimaksudkan  untuk menghindari adanya stigmatisasi terkait dengan lokasi spesifik, spesies binatang, maupun suku dan bangsa.

Disitu juga dijelaskan, sebelum ditetapkan nama Covid-19, WHO memberikan nama sementara penyakit tersebut sebagai “penyakit pernapasan akut parah 2019-nCov”, diambil dari novel coronavirus. Sementara China, negara tempat wabah itu pertama kali dilaporkan, memberikannya nama “pneumonia coronavirus baru” atau disingkat NCP. Adapun momen penamaan itu terjadi di hari pertama Konferensi Sains Internasional untuk mendiskusikan opsi vaksin guna menangkal Covid-19.

N-Cov adalah Virus bukan Bakteri.

Perbedaan antara virus dan bakteri:

Virus memiliki ukuran 20-40 nm, sedangkan ukuran bakteri yaitu 200-1000 nm.

Virus tidak bisa berkembang biak tanpa sel inang, sedangkan bakteri bisa berkembang biak sendiri karena tidak membutuhkan sel inang untuk tumbuh.

Berapa Lama Coronavirus dapat Bertahan di Permukaan?

Disadur dari laman resmi WHO, Peneliitian coronavirus, dan juga informasi awal tentang virus penyebab COVID-19, mengindikasikan bahwa coronavirus dapat bertahan di permukaan antara beberapa jam hingga beberapa hari. Lamanya coronavirus bertahan mungkin dipengaruhi kondisi-kondisi yang berbeda (seperti jenis permukaan, suhu atau kelembapan lingkungan).

 

Apa aja sih Gejala atau Tanda-tandanya?

Nah, gejala klinisnya bisa ditandai dengan adanya demam, batuk, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih dan lesu.

Maka itu, kalau kamu merasa tidak enak badan, atau mengalami gejala tersebut, segeralah datang ke layanan kesehatan terdekat. Atau jika ada pertanyaan seputar isu tersebut, bisa langsung menghubungi 0811 2555 390, Gratis!

 


Sumber: Kemkes.go.id, Dinkesjogjaprov.go.id, covid19.go.id, who.int