Tips Meningkatkan Sistem Imun Tubuh agar Terhindar dari Penyakit

#UNALAtips

Oleh: Septia Annur Rizkia


Seperti yang kita tahu, dunia sedang waspada menghadapi penyebaran virus corona. Virus tersebut termasuk isu global yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan oleh seluruh negara yang ada di dunia ini, termasuk Indonesia.

Sebagaimana sifat virus, ia bisa menyebar dan menular dari satu tubuh ke tubuh lainnya, terutama pada tubuh yang sistem imunnya sedang menurun atau tidak stabil.

Maka, menjaga sistem imun tubuh merupakan cara yang tepat untuk melindungi tubuh dari segala macam virus maupun bakteri penyebab penyakit.

Dilansir dari kompas.com, menurut dr.Elvin Gultom, direktur klinik kesehatan dan kecantikan Rhed Clinic, jika terjangkit virus, penanganan yang dilakukan adalah dengan menyembuhkan gejalanya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan sistem imun tubuh, diantaranya yaitu:

1. Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Apa yang kita konsumsi juga berpengaruh pada kesehatan tubuh kita. Sumber makanan yang kaya akan nutrisi dan vitamin, juga bisa meningkatkan sistem imun tubuh, maka mengonsumsi buah dan sayur merupakan rutinitas yang perlu dijalankan untuk menjaga pola hidup yang sehat, dan juga berimbang.

2. Minum air putih minimal 8 gelas perhari.

Setiap tubuh membutuhkan cairan yang cukup, minimal 2,5 liter perhari atau disesuaikan dengan aktivitas sehari-harinya. Air putih merupakan kebutuhan pokok tubuh yang harus dipenuhi, sebab jika tubuh kekurangan cairan, hal tersebut bisa berdampak tidak baik untuk kesehatan tubuh, terlebih dehidrasi dan bisa juga menurunkan sistem imun tubuh.

3. Rajin berolahraga.

Membiasakan diri untuk rutin berolahraga sangatlah bagus untuk kesehatan. Jenis olahraga pun bermacam-macam, tidak harus yang mahal, bisa dengan jalan santai atau lari kecil. Jika tidak bisa melakukan olahraga secara rutin, minimal melakukan aktivitas fisik secara rutin minimal 30 menit dalam sehari.

4. Istirahat yang cukup.

Setiap tubuh memiliki batas kemampuannya masing-masing. Ada saat tubuh perlu bekerja dan beraktivitas, ada saatnya pula tubuh membutuhkan istirahat. Istirahat yang cukup atau tidur yang berkualitas bisa mengembalikan energi tubuh setelah melakukan aktivitas seharian. Selain itu, hal tersebut juga berdampak meningkatkan sistem imun tubuh pada manusia. Jadi, bekerja dan beristirahatlah secukupnya.

5. Rajin cuci tangan.

Tangan merupakan bagian organ tubuh yang selalu digunakan dalam berktivitas. Terlebih tangan adalah bagian organ yang paling banyak bersentuhan dengan banyak benda. Menjaga kebersihan tangan dengan rajin-rajin mencuci tangan merupakan kunci mengurangi bakteri atau virus yang menempel di setiap benda yang kita sentuh. Jadi rajinlah mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik maupun membawa hand sanitizer untuk meminimalisir virus atau kuman yang menempel di tangan kita.

6. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Menjaga kebersihan, terlebih pada diri sendiri merupakan langkah awal dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tubuh dan lingkungan yang bersih akan berpengaruh pada kesehatan kita semua. Tubuh yang sehat bisa membuat sistem imun tubuh tetap stabil dan meningkat.

7. Hindari asap rokok.

Paparan asap rokok tidak baik untuk kesehatan tubuh. Selain himbauan untuk tidak merokok, menghindari asap rokok pun juga perlu. Asap rokok merupakan salah satu faktor yang bisa mengurangi sistem imun tubuh pada manusia.

8. Tidak mengonsumsi alkohol.

Kandungan dalam alkohol tidak baik untuk kesehatan, kecuali jika digunakan atas dasar pengobatan dan itu diresepkan langsung oleh tenaga medis atau dokter.
Mengonsumsi alkohol secara berlebih juga bisa berdampak menurunkan sistem imun tubuh pada manusia.

9. Mengurangi stres.

Dilansir dari laman kompas.com, stres dapat memengaruhi segalanya, mulai dari kesehatan otak, berat badan, hingga kekebalan tubuh. Kesh menemukan, kasus di mana pasiennya merasa sudah melakukan semua hal dengan benar namun masih jatuh sakit. Hal itu, kata dia, disebabkan oleh stres.

Kondisi itu disebabkan kadar kortisol yang tidak dijaga dalam kisaran normal, baik pada anak usia dini atau sepanjang penuaan, yang secara fisik dapat mengganggu sifat penyembuhan tubuh.


Sumber referensi: Kompas.com, Kemendikbud