Yuk, Ketahui Fakta Menarik mengenai Hari Perempuan Internasional (Internationla Women’s Day)!

#UNALAfact

Oleh: Septia Annur Rizkia


Berkaitan dengan International Women’s Day atau yang biasa disingkat IWD, merupakan hari bersejarah bagi perempuan sedunia. Walaupun begitu, tak dapat dipungkiri banyak sekali dinamika yang melatarbelakangi sehingga dicetuskannya hari besar tersebut.

Nah, berikut ini kami akan mencoba menyajikan terkait fakta menarik, terlebih yang berkaitan dengan sejarah singkatnya.

1. IWD pertama kali digagas oleh perempuan asal Jerman.

International Women’s Day bermula dari gerakan buruh. Perempuan pada masa itu mempunyai kesadaran terkait adanya ketidakadilan yang dialami perempuan. Mulai dari jam kerja, upah, hingga hak untuk bersuara.

Melansir dari BBC, usulan untuk menjadikannya sebagai perayaan Internasional datang dari seorang perempuan bernama Clara Zetkin dalam sebuah konferensi perempuan pekerja Internasional di Kopenhagen, Denmark pada 1910. Clara Zetkin, perempuan asal Jerman tersebut membuat gagasan perayaan hari perempuan sedunia yang kini diperingati sebagai International Women’s Day, dan itu melalui proses yang tidak sederhana.

2. IWD diresmikan oleh PBB pada 8 Maret 1975.

Bermula dari usulan Clara Zetkin untuk dijadikan sebagai hari Internasional di konferensi Internasional pada 1910. Pada tahun 1911 perayaan tersebut pun mulai berlangsung di beberapa negara, namun masih belum diresmikan oleh PBB.

Pada akhirnya, tepat pada tahun 1975 PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mulai meresmikan Hari Prempuan Internasional pada tahun 1975. Tepat pada 8 Maret di setiap tahunnya semua negara yang ada di dunia pun ikut merayakan hari besar tersebut, dengan caranya masing-masing.

3. Tema yang diangkat di tiap tahunnya berbeda.

Terkait IWD yang dirayakan secara serentak di seluruh dunia, memiliki tema yang berbeda di setiap tahunnya. Dilansir dari web resmi PBB, tepat pada tahun 1996, hari perempuan pada saat itu bertemakan “Merayakan masa lalu merencanakan masa depan”.

Sedangkan pada tahun 2019 lalu, tema besarnya yaitu ”Think Equal, Build Smart, Innovate for Change”. Nah, untuk tahun 2020 saat ini, temanya yakni “I am Generation: Realizing Women’s Rights”, yang bermakna “Saya adalah Generasi yang Setara: Menyadari Hak-hak Perempuan., dengan hastag #EachforEqual, yang berarti kesetaraan untuk kita semua.

4. Di tahun 2020 , Hari Perempuan Sedunia mengangkat isu #EachforEqual.

Ya, kampanya untuk Hari Perempuan Internasional pada tahun ini mengangkat isu terkait #EachforEqual yang diambil dari gagagasan individualisme kolektif, sebagaimana dilansir dari laman BBC.

Makna dari isu yang diangkat tersebut yakni, kita semua merupakan bagian dari keseluruhan. Artinya, kita semua diajak untuk menjunjung nilai-nilai kesetaraan dimanapun dan kapanpun berada.

5. Warna ungu sebagai lambang.

Sebagaimana yang kita tahu, setiap hal seringkali diidentikkan dengan suatu lambang. Sama halnya dengan adanya suatu perayaan, tak terkecuali IWD. Nah, warna ungu pun telah ditetapkan secara resmi oleh pihak Internasional sebagai lambang Hari Perempuan Internasional tersebut.

Selain fakta yang berkaitan dengan asal muasal International Women’s Day, ada pula beberapa fakta lainnya yang perlu kita ketahui bersama, terutama yang berkaitan dengan realitas yang terjadi pada perempuan yang ada di skala dunia ini.

1. Di seluruh dunia, diperkirakan 750 juta perempuan menikah di bawah umur 18 tahun.

Dilansir dari IDN Times, ada 750 perempuan yang menikah di bawah umur 18 tahun, sebagaimana yang diungkapkan oleh United Nations dalam laman website resminya. Hal tersebut yang kemungkinan menjadikan penduduk di sebuah negara mengalami pertumbuhan secara cepat pada setiap tahunnya.

2. Pada tahun 2017, 1 dari 3 perempuan mengalami Female Genital Mutilation (disunat).

Female Genital Mutilation (FGM) merupakan proses pemotongan dari bagian vital perempuan, atau bisa disebut dengan sunat perempuan. Nah, praktik-praktik seperti itu masih ada di beberapa tempat.

Data yang ditemukan oleh United Nations yaitu ada 1 dari 3 perempuan di dunia yang pernah mengalami proses sunat atau disunat, terutama pada tahun 2017.
Sedangkan data sebelumnya, yang tertulis pada tahun 2000 menunjukkan 1 dari 2 perempuan pernah mengalami tindakan praktik sunat perempuan.

3. 2014, 16 juta perempuan terkena HIV.

Human Immunodeficiency Virus atau HIV merupakan virus yang bisa merusak sistem kekebalan tubuh, dengan cara menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Para tenaga medis mengatakan, semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan menjadi semakin lemah. Hal tersebut menjadikan fisik rentan diserang penyakit.

Data dari United Nations, pada tahun 2014 ada 16 juta perempuan yang terkena HIV dengan beragam faktor, baik secara internal maupun eksternal.

4. Hari Perempuan Internasional merupakan momen kebangkitan perempuan di dunia untuk menyuarakan haknya.

Banyak cara untuk merayakan Hari Perempuan Internasional, baik dengan cara aksi turun ke jalan, maupun berbagi kebaikan lainnya. Ya, asalkan masih dengan nilai dan esensi dari lahirnya IWD tersebut.

Terutama sebagai momen untuk menyuarakan hak-hak perempuan yang sampai saat ini belum tercapai sepenuhnya karena beragam faktor, baik secara sosial, ekonomi, politik, dan lain-lain.


Sumber: BBC Indonesia, IDN Times, Tabloid Bintang