Yuk Ketahui Konsep Pendidikan Kesehatan Reproduksi yang Komprehensif!

#UNALAfact

Oleh: Septia Annur Rizkia


Usia remaja merupakan masa transisi dari anak-anak ke dewasa. Tidak dapat dipungkiri, semua orang memiliki hak yang sama atas pengetahuan kesehatan reproduksi yang komprehensif. Baik anak-anak hingga dewasa sekalipun. Namun semua itu dengan porsi dan takarannya masing-masing, atau disesuaikan dengan usia serta situasi dan kondisi.

Terlebih usia remaja, pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif merupakan hal yang penting untuk bekal di usia-usia produktif tersebut. Ya, sebab pengetahuan atau edukasi adalah aset untuk masa depan, terlebih untuk keberlangsungan generasi mendatang.

Ohya, sebagaimana ulasan sebelumnya, kesehatan reproduksi atau biasa disingkat kespro merupakan keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak hanya terbebas dari penyakit penyakit atau kecacatan dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi.

Nah, sedangkan yang seringkali dimaksud sebagai kesehatan reproduksi yang komprehensif ialah pengetahuan, edukasi, atau pemahaman terkait kesehatan reproduksi yang diberikan maupun diajarkan yaitu secara bertahap dan menyeluruh. Artinya, edukasi yang hanya dilakukan sekali atau dua kali saja belum bisa disebut komprehensif, sebab cakupan dari kesehatan reproduksi itu luas. Mulai dari persoalan tubuh atau ketubuhan, kehidupan seksual dan reproduksi yang sehat dan bertanggung jawab, hingga hak asasi manusia sekalipun. Nah, luas bukan?

Tujuan dari diadakannya pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif itu pun beragam. Tujuan secara umumnya yaitu agar seseorang, terkhusus remaja bisa mendapatkan akses kesehatan reproduksinya yang baik dan aman. Pun sehingga bisa menjalani kehidupan reproduksinya secara sehat dan bertangung jawab.

Sedangkan tujuan secara khususnya yaitu untuk mengurangi angka pernikahan di usia dini yang beresiko, mencegah kehamilan tidak diinginkan (KTD), menghindari terjadinya tindakan aborsi yang tidak aman, mencegah terjadinya penyakit menular seksual seperti IMS (Infeksi Menular Seksual), HIV/AIDS, hingga Honorhea, dan lain-lain, serta mengantisipasi tejadinya kekerasan seksual.

Itulah tujuan penting dari adanya pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif. Ya, semacam bentuk usaha untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkian buruk yang tidak diinginkan.

So, pendidikan reproduksi tidak hanya diperuntukkan untuk perempuan saja atau laki-laki saja, tapi semua pihak, tak memandang jenis kelamin, ras, suku, agama,, dan lain-lain. Semua manusia memiliki hak atas pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif. Sebab disitu kita dibekali agar mengerti dan paham terhadap diri sendiri, belajar menghargai orang lain, serta menghormati hak orang lain, dan banyak hal baik lainnya.

Maka secara garis besarnya, konsep dari kesehatan reproduksi mengajarkan kepada kita bahwa “Setiap orang berhak memperoleh kehidupan seks yang aman dan bertanggung jawab”.

Untuk kamu yang ingin bertanya maupun berkonsultasi langsung ke tenaga kesehatannya, bisa menghubungi 0811 2555 390.

Referensi: www.who.int, Indonesia.UNFPA.org, www.depkes.go.id