Mitos dan Fakta Seputar Seksualitas hingga Kesehatan Reproduksi

#UNALAtips

Oleh: Septia Annur Rizkia


Mitos-mitos seputar seksualitas maupun kesehatan reproduksi masih kerapkali beredar dan tidak jarang yang mengiyakan maupun mempercayainya. Nah, kali ini kami akan membahas terkait mitos-mitos tersebut.

Oiya, sebelumnya kan kami sudah membahas terkait seksualitas yang itu lebih kompleks dan luas. Singkatnya yaitu tentang perkembangan manusia dan hubungan kita dengan orang lain. Sedangkan kesehatan reproduksi, yaitu lebih pada kepada pemenuhan akan hak-hak kesehatan reproduksi maupun yang berkaitan dengan hak ketubuhan.

Kalau begitu, kami akan melanjutkan ke persoalan mitos seputar seksualitas maupun kesehatan reproduksi yang seringkali disalahpahami. Seperti apa aja sih? Nah, langsung saja ya!

Mitos yang Beredar vs Fakta

Mitos #1: Berenang di kolam renang umum bisa menyebakan hamil.

Jika yang dilakukan hanya berenang biasa dan tidak ada aktivitas seksual, tentu saja tidak bisa menyebabkan seseorang hamil, dan itu hanya mitos. Faktanya, yang bisa menyebakan kehamilan yaitu ketika bertemunya sel sperma dengan sel telur, sehingga sel sperma tersebut membuahi sel telur.

Mitos #2: Laki-laki dan perempuan yang tidur bareng bisa hamil.

Kalau hanya tidur bareng biasa, tanpa ada kegiatan maupun aktivitas seksual, tentu saja tidak bisa menyebkan kehamilan. Nah lagi, yang bisa menyebakan kehamilan yaitu ketika sel sperma berhasil membuahi sel telur.

Mitos #3: Berhubungan seksual sambil berdiri tidak menyebabkan hamil.

Berkaitan dengan macam-macam posisi yang dilakukan saat berhubungan seksual, tetap tidak bisa mencegah kehamilan. Pun melakukan hubungan seksual dengan berdiri sekalipun, tidak menutup kemungkinan mencegah terjadinya kehamilan. Nah perlu digaris bawahi, yang namanya berhubungan seksual ketika sel sperma dan sel telur sudah bertemu, tetap ada kemungkinan bisa menyebabkan kehamilan.

Mitos #4: Melakukan hubungan seksual di tempat berair tidak menularkan penyakit menular seksual.

Perlu digaris bawahi ya, cara untuk mencegah penyakit menular seksual yaitu dengan alat pengaman, atau kontrasepsi. Nah, sekalipun berhubungan seksual di dalam air, tetap saja ada kemungkinan bisa tertular penyakit menular seksual yang banyak jenisnya tersebut. Justru melakukan hubungan seksual di tempat berair bisa meningkatkan risiko infeksi jamur pada vagina, maupun saluran kemih pada perempuan.

Nah selain itu, tempat berair semisal kolam renang, mengandung bakteri, klorin, dan garam yang bisa masuk ke dalam vagina, sehingga dapat memicu infeksi maupun iritasi. Fakta lainnya, berhubungan seksual di air juga bisa membuat pelicin alami dari vagina berkurang, sehingga dapat mengakibatkan dinding vagina mengalami luka kecil.

Mitos #5: Perempuan tidak perawan jika selaput daranya robek.

Perlu diketahui bersama bahwa istilah perawan maupun keperawanan tidak ada dalam dunia medis. Apalagi jika keperawanan seseorang ditandai dengan robek atau tidaknya selaput dara. Tentu saja tidak, selaput dara yang robek tidak ada kaitannya dengan status keperawanan seseorang.

Sebab apa? Ya, tidak semua perempuan terlahir dengan selaput dara. Pun bentuk selaput dara masing-masing perempuan itu berbeda satu sama lain. Selain itu, yang menyebabkan selaput dara menjadi robek karena banyak faktor, diantaranya seperti bersepeda, berolahraga, kecelakaan, dan aktivitas lainnya.

Kalau kamu punya pertanyaan seputar mitos-mitos terkait kesehatan reproduksi yang masih tersimpan dan belum terjawab, bisa menghubungi 0811 2555 390, Gratis!

Referensi: Kompas.com