Tips Mengakhiri Situasi Friendzone

#UNALAtips

Oleh : Septia Annur Rizkia


Masih melanjutkan topik terkait Friendzone ya guys. Nah Friendzone ini bisa dibilang sebagai relasi yang rumit dan kadang membingungkan sendiri. Lah, bagaimana tidak?

Dibilang relasi asmara juga bukan sama sekali. Kalau sudah begitu, maka kita pun tidak perlu berlarut lama-lama dalam situasi Friendzone atau keadaan yang hanya menebak dan menduga-duga tersebut. Ingat, tidak semua orang belajar ilmu perdukunan. Kalaupun ada, belum tentu juga dugaan itu sesuai dengan kondisi yang dialami serta dirasakan oleh seseorang pada saat itu juga.

Cara Mengakhiri Situasi Friendzone

Oleh karena itu, yuk segera keluar dari situasi yang hanya mengusik perasaan tesebut. Memang, terkadang hal tersebut bukanlah hal mudah. Namun tidak ada salahya juga kalau kita mencobanya dulu. Berikut kiat-kiat yang bisa kita lakukan:

1. Membangun komunikasi dengan baik

Dalam segala hal, komunikasi merupakan hal pokok dan penting yang tidak bisa kita tinggalkan. Bentuk dari komunikasi pun bermacam-macam. Nah, coba cari waktu untuk bisa saling bicara satu sama lain. Cari keadaan dan situasi yag tepat dan sesuai, agar bisa saling rilex juga.

2. Jujur dan terbuka dengan perasaan yang ada.

Setelah menjalin komunikasi dengan baik dan rilex tersebut, kita pun bisa memulai obrolan yang lebih serius. Yaitu langsung jujur dan katakan tentang perasaan yang ada selama ini, bahwa kita pun memiliki harapan untuk menjalin ke hubungan romantis.

Namun usai mengungkapan suatu perasaan kepadanya, jangan berasumsi kalau dia pun akan memiliki perasaan yang sama. Sebab jawaban itu sepenuhnya menjadi hak dia untuk menyukai kita atau tidak.

Jika dia yang kita sukai memilki perasaan yang sama, itu adalah suatu hal yang cukup melegakan dan membahagiakan. Namun jika jawabannya adalah sebaliknya, maka kita pun harus siap-siap untuk lebih lapang dada.

3. Belajar menerima kenyataan

Jika yang terjadi adalah kemungkinan buruknya, maka kita pun perlu untuk segara move on. Sebab, perasaan seseorang tidaklah bisa dipaksa. Sama halnya dengan perasaan kita. Jadi, kita pun perlu belajar menerima kenyataan yang ada.

Iya, beresedih boleh, galau boleh, kecewa pun juga boleh. Tidak salah meluapkan emosi serta beban jiwa yang ada. Tapi ingat, secukupnya saja.

4. Melakukan hal-hal positif

Selain menerima kenyataan yang ada, kita pun bisa mencoba melakukan hal-hal positif, sebagai upaya untuk move on. Hal-hal postif itu beragam dan macam-macam.

Selain itu, kita pun bisa belajar dari setiap keadaan yang sudah pernah kita alami. Jika bagimu itu sesuatu yang berat dan sulit, pelan-pelan saja, pasti nanti akan sampai pada waktu yang tepat untukmu.

Nah, dengan begitu, apapun yang terjadi nantinya. Entah berjuang pada hubungan romantis atau malah tidak sama sekali, kita tetap perlu menjalin hubungan yang baik dengan si dia, setidaknya masih bisa saling berteman. Sebab, waktulah yang akan membantu menghilangkan perasaan tersebut.

Referensi: Psychology Today