Apa sih Penyebab Seseorang Terjebak dalam Friendzone

#UNALAfact

Oleh : Septia Annur Rizkia


Sebagaimana pembahasan sebelumnya bahwa Friendzone terjadi ketika dalam sebuah pertemanan atau kedekatan antara laki-laki dan perempuan, salah satu diantaranya menyimpan perasaan maupun harapan lebih. Sedangkan pihak satunya lagi hanya menganggap teman saja.

Relasi seperti itu pun bisa terjadi karena beragam faktor. Salah satunya karena kurang adanya keterbukaan satu sama lain.

Peyebab Friendzone

Nah, hal-hal yang menyebakan seseorang berada dalam posisi Friendzone, diantaranya yaitu:

1. Takut akan penolakan,

Menurut beberapa penelitian mengatakan, penyebab utama dari hubungan Friendzone adalah karena takut adanya penolakan. Sebab bagi sebagian orang, penolakan tidak hanya menimbulkan sanksi antar individu, kelompok, maupun rasa malu di depan umum.

Tapi juga menyebabkan munculnya rasa khawatir, jika pertemanan atau persahabatan yang ada sebelumnya menjadi renggang atau saling menjauh usai adanya penolakan tersebut.

2. Tidak jujur dengan perasaan yang ada.

Kejadian seperti ini tidak jarang terjadi, yaitu menyimpan perasaan secara diam-diam, yang itu sering terjadi dalam waktu yang tidak sebentar. Hmm, hal seperti inilah yang membuat nyesek menahan beban emosi serta perasaan.

3. Mencari zona aman dan nyaman yang sesaat.

Karena merasa nyaman, atau mencari aman dengan keadaan yang sebenarnya membutuhkan jawaban. Sebagaimana pernyataan-pernyataan yang kerapkali penulis jumpai seperti, “yang penting nyaman aja dulu”.

Jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut, maka jangan kecewa jika harapan yang sudah lama dipendam tidak kunjung mendapat jawaban yang sudah lama di nanti, dan berujung pada rasa penasaran.

Nah, kalau berani mengutarakan perasaan sedari awal, kita pun tidak perlu membuang waktu, energi, serta pikiran lebih banyak, jika terjadi sebuah penolakan.

Ketahui Faktanya

Stenberg, seorang ahli psikologi dari Yale Universtiy pernah mengatakan bahwa dalam sebuah relasi romatis atau asmara yang baik harus memiliki tiga aspek, yaitu komitmen, kedekatan/kenyamanan, dan gairah. Ketika kita terjebak dalam Friendzone, bisa jadi kita berharap memiliki sebuah relasi yang ada tersebut.

Sedangkan teman yang kita sukai itu berpikir menjalin relasi dengan kita hanya sebatas aspek kedekatan/ kehangatan. Perbedaan ekspekstasi inilah yang membuat cinta bertepuk sebelah tangan.

Davis, seorang ahli psikolog lain mengungkapkan, persahabatan dengan relasi romantis memiliki karakteristik yang sama. Diantara beberapa aspek tersebut yaitu, kesenangan, penerimaan, kepercayaan, respek, keterbukaan, saling membantu, saling memahami, dan spontanitas. Semua hal tersebut bisa terjadi dalam relasi persahabatan dan juga asmara.

Sedangkan hal yang membedakan terletak pada ekspektasinya masing-masing, yaitu lebih mengarah pada kedekatan persahabatan/ teman, atau malah pada hubungan romantis.

Maka pahami tanda-tanda yang mengarah pada Friendzone serta ketahui sebab-sebabnya.Kemudian segeralah beranjak dari lingkaran tersebut. Jika memang hubungan itu tidak bisa lebih dari sahabat atau teman, kita pun harus bijak untuk tahu kapan harus pindah ke lain hati. Jangan berlarut lama-lama, secukupnya saja.

 

Referensi :

Psycology Today

Riliv.co