Hubungan Platonik: Bisakah Laki-laki dan Perempuan Sahabatan?

#UNALAcare

Oleh : Septia Annur Rizkia


Apakah diantara kita ada yang memiliki sahabat atau hubungan dekat dengan lawan jenis? Jika iya, apakah orang-orang di sekeliling yang melihat kedekatan kita itu, sering mengaitkannnya dengan suatu hubungan asmara?

Padahal, kita yang menjalani kedekatan dengan lawan jenis tersebut memang benar-benar tidak mempunyai perasaan yang lebih, selain sahabat atau teman dekat. Ya, hubungan tersebut disebut dengan hubungan platonik.

Apa Itu Hubungan Platonik?

Sebagaimana dilansir dari Psychology Today, hubungan platonik merupakan hubungan pertemanan antara laki-laki dan perempuan yang memiliki emosional karena kesamaan minat, hubungan spiritual, dan pandangan dunia yang serupa. Namun tidak melibatkan perasaan lebih maupun hasrat seksual apapun.

Apakah Hubungan Platonik Benar-benar Bisa Terjadi?

Jawabannya, pasti BISA.

Sebab, tidak selamanya hubungan lawan jenis antara laki-laki dan perempuan adalah hubungan yang melibatkan fantasi romantis dan juga erotis.

Tapi, tidak jarang juga kan mendengar pernyataan-pernyataan berikut, seperti:

 

“Halah, hubungan persahabatan antara laki-laki dan perempuan itu tidak ada yang murni, pasti salah satunya ada yang menyimpan perasaan lebih.”

 

“Kalian itu cocoknya pacaran, trus nikah.”

 

“Nunggu apa sih kalian itu, toh sama-sama serasi. Mbok ya jadian aja.”

 

Dan pernyataan-pernyataan lainnya , yang itu bisa berdampak dan mempengaruhi alam bawah sadar. Sehingga, terkadang hal tersebut membuat alam bawah sadar kita mengiyakan pernyataan maupun hasutan dari luar diri tersebut.

Hal itulah, yang kadang menjadikan hubungan persahabatan antara laki-laki dan perempuan berujung pada hubungan romantis atau asmara.

Kenapa sih, Hubungan Dekat dengan Lawan Jenis sering Dikaitkan dengan Hubungan Asmara?

Nah begini ya, karena adanya konsep heteronormatif yang sudah didoktrin dari kecil, yang itu mengakibatkan bahwa kedekatan dengan lawan jenis selalu dikaitkan sebagai hubungan cinta atau asmara, yang itu melibatkan ketertarikan secara emosional, fisik, maupun seksual. Artinya, ketika ada laki-laki dan perempuan dekat, berarti mereka adalah pasangan.

Jadi, tidak selamanya begitu ya. Hubungan platonik, benar-benar bisa terjadi. Sebab, laki-laki tidak harus berteman atau sahabatan dengan laki-laki saja. Ia juga butuh bersahabat dengan perempuan. Pun sama halnya dengan perempuan.

Berarti, setiap kali melihat ada laki-laki dan perempuan yang dekat, entah makan bareng, cerita bareng, jalan berang, yang itu bisa dilakukan juga oleh sahabat sesama perempuan, jangan dikaitkan dengan hubungan romansa dulu ya sobat. Sebab, yang tahu betul bukan kita yang menilai atau melihat, tapi mereka yang menjalaninya.

So, yang membuat relasi persahabatan antara laki-laki dan perempuan berujung pada asmara yaitu, karena seringnya diciye-ciyein, atau karena dijodoh-jodohin itu tadi.

Apakah yang ciye-ciyein itu salah? Yah belum tentu, kalau semisal mereka masih sama-sama single. Tapi, kalau sama-sama sudah memiliki pasangan?

Hmmm, bukan salahnya setan loh ya.

Eh tapi, ketika dalam relasi persahabatan antara laki-laki dan perempuan, ternyata ada salah satu yang menaruh harapan, itu sudah beda konteks ya. Itu tuh, Friendzone.

Oke, kita akhiri dulu ya, pembahasan kali ini. Dan akan kita sambung lagi di ulasan berikutnya.

Sumber: Psychology Today