Mengetahui Kiat-kiat Untuk Mencegah Anemia

#UNALAtips

Oleh : Septia Annur Rizkia


Kemarin lalu, kita sudah sempat membahas terkait tanda-tanda serta fakta yang perlu kita ketahui mengenai anemia. Nah saat ini, kita perlu mengetahui pula terkait cara pencegahannya. Mengapa? Sebab, mencegah anemia itu penting.

Disaat kita sudah merasakan gejala, itu artinya kita sudah mengalami anemia. Maka, penyakit anemia jangan dianggap sepele, karena jika dibiarkan akan berakibat fatal dan akan menjadi anemia kronis.

Perlu diketahui bersama, anemia di tahap awal seringkali tidak menimbulkan gejala. Jadi, tidak perlu menunggu gejalanya untuk tergerak mengatasinya. Istilahnya, jangan menunggu nasi yang sudah menjadi bubur.

Bagaimana Cara Mencegah Anemia?

Menurut data dari Kementerian Kesehatan yang mengatakan bahwa remaja perempuan lebih beresiko mengalami anemia, maka cara untuk mencegah anemia tersebut yakni, dengan melakukan kiat-kiat berikut:

1. Penuhi kebutuhan harian zat besi dengan mengonsumsi makanan yang kaya sumber zat besi. Bisa bersumber dari panganan hewani dan juga nabati.

Diantaranya yaitu: daging sapi, kacang hijau, kuning telur, bayam merah, tempe, tahu, ikan, kangkung, kacang merah, bayam, maupun daun singkong.

2. Minum Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran, yaitu satu tablet sekali seminggu, terutama saat sedang menstruasi.

3. Makanlah buah-buahan yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.

4. Hindari asupan kalori yang berlebihan.

5. Lakukan aktivitas fisik yang cukup.

Nah, kurang lebihnya seperti itulah cara agar kita terhindar dari anemia, khususnya untuk usia remaja yang lebih banyak membutuhkan asupan zat besi. Sebab, apabila tubuh kurang zat besi, maka penyerapan zat besi akan bertambah, sedangkan jika tubuh cukup dengan zat besi, maka penyerapan zat besi pun berkurang pula.

Nah gini teman-teman, zat besi yang tidak terserap akan dikeluarkan dari tubuh melalui tinja. Itulah sebabnya, saat kita minum zat besi, tinja berwarna agak kehitaman. Terakhir, mengonsumsi TTD tidak berbahaya bagi kesehatan, asal sesuai dengan aturan yang sudah ada.

Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia