Cari Tahu Fakta Tentang Anemia

#UNALAfact
Oleh: Septia Annur Rizkia


Anemia bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2015, lebih dari 30 % atau 2 milyar orang di dunia berstatus anemia. Namun, tak bisa dipungkiri jika kasus anemia lebih banyak terjadi pada perempuan dibanding laki-laki.

Data Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2013 bahkan menyebut jumlah kasus anemia pada perempuan (23,9 persen) lebih besar dibanding kasus anemia pada laki-laki (18,9 persen).

Fakta ini bisa dijelaskan secara ilmiah karena beberapa studi menyebut ada kondisi khusus yang membuat perempuan rentan mengidap anemia. Di antaranya adalah kadar hemoglobin dan hematokrit lebih rendah, kebutuhan asupan zat gizi lebih tinggi, serta fase hidup perempuan yang membuatnya kehilangan banyak darah (seperti haid, persalinan dan masa nifas).

Sedangkan data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan, 1 dari 4 remaja perempuan di Indonesia mengalami anemia. Penyebab dari anemia sendiri banyak hal. Namun, menurut data survei, penyebab utama anemia di Indonesia yaitu karena kurangnya asupan zat besi.

Apakah Remaja Perempuan Beresiko Mengalami Anemia?

Jawabannya, iya. Sebab, dilihat secara medis dan klinis, kebutuhan zat besi pada remaja perempuan lebih tinggi, terutama pada masa pubertas.

Selain itu, remaja perempuan pun kehilangan zat besi karena pendarahan selama menstruasi. Dan kebiasaan makan yang kurang baik maupun tidak sehat (kurang asupan zat besi), juga dapat memicu terjadinya anemia pada usia remaja, terutama perempuan.

 

Sumber : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia