UNALA Youth Gathering #13

,

Youth Gathering #13

UNALA Youth Gathering atau yang lebih dikenal dengan sebutan YG merupakan agenda rutin UNALA yang menjadi wadah berkumpul remaja dari berbagai sekolah dan komunitas yang tergabung dalam Jejaring Youth Responsible UNALA. Enggak Cuma menyebarkan informasi layanan kesehatan, UNALA juga bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja terkait kesehatan umum, khususnya kesehatan reproduksi, dan juga berdiskusi bersama narasumber yang kompeten terkait isu-isu remaja kekinian.

YG #13 tahun 2019 kali ini bertepatan dengan kunjungan Putri Mary Elizabeth Donaldson (Putri Mahkota Kerajaan Denmark), Duta Besar Denmark, Perwakilan Pemerintah Kanada, dr. Natalia Kanem (Executive Director of UNFPA),  Bjorn Andersson (UNFPA Regional Director for Asia and The Pacific), Ms. Anjali Sen (UNFPA Representative to Indonesia), Perwakilan Kementrian Kesehatan RI, Perwakilan BKKBN RI, OPD dan Stakeholder DIY.

 

Dari Kiri: Duta Besar Indonesia untuk Denmark, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Perwakilan Pemerintah Kanada, Putri Mary Elizabeth Donaldson (Putri Mahkota Kerajaan Denmark), dr. Natalia Kanem (Executive Director of UNFPA), Bjorn Andersson (UNFPA Regional Director for Asia and The Pacific), dan Ms. Anjali Sen (UNFPA Representative to Indonesia)

Acara yang dilangsungkan pada Selasa, (03/12/2019) ini dipandu oleh Kak Stefanus Firman Adi Saputra, Penyiar RB TV, dengan mengangkat topik “Remaja dan Peta Resiko Reproduksi Remaja di DIY” bersama 45 remaja perwakilan sekolah dan komunitas remaja yang ada di Yogyakarta.

Dengan difasilitasi oleh Kak Putri Khatulistiwa, Sexual Reproductive Health (SRH) Officer UNALA, tiga orang remaja mewakili teman-temannya mempresentasikan media kampanye hasil dari Training for Young Leaders yang diadakan UNALA beberapa waktu lalu.

“Bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, kami membuat ini (video) agar kita dapat lebih aware dan mendukung teman-teman kita apapun keadaannya,” terang Yohri Ikhsan dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) DIY dalam mempresentasikan karya kelompok mereka.

 

Yohri Ikhsan dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) DIY saat mempresentasikan karya kelompoknya

Dalam kesempatan ini, teman-teman remaja juga berkesempatan membagikan cerita mereka selama berkutat dalam dunia remaja.

”Saya mempunyai pengalaman diet yang ekstrem dan tidak sehat, yakni hanya makan tiga kali dalam seminggu. Akhirnya saya mencoba berkonsultasi dengan dokter UNALA sekaligus meminta obat penurun nafsu makan. Akan tetapi, dokter UNALA menolak. Kata beliau, saya masih remaja dan tidak membutuhkan obat diet semacam itu. Saya disarankan untuk tetap makan teratur tiga kali sehari, enggak ketinggalan makan buah dan sayur. Syukurlah saya menjadi lebih sehat dan dapat mengerjakan skripsi dengan lancar,” cerita Bella Awendsa (21) dari Laboratorium Psikologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Denmark merupakan negara yang menjunjung tinggi HAM, termasuk hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR) dan kesetaraan gender. Jadi saya senang sekali dapat bekerjasama dengan UNALA dan UNFPA agar remaja mengetahui tentang hak tubuh mereka, serta mempunyai pengetahuan untuk masa depan yang lebih cerah. Tanpa pengetahuan maka akan ada masalah, kita harus mampu mengatakan ‘tidak’ pada hal yang seharusnya tidak kita lakukan, juga membuat keputusan yang terbaik untuk diri kita sendiri,” pesan Putri Mary Elizabeth Donaldson, Putri Mahkota Kerajaan Denmark dalam sambutannya setelah mendengar berbagai cerita menarik dari teman-teman remaja yang hadir.

 

Putri Mary Elizabeth Donaldson (Putri Mahkota Kerajaan Denmark) saat memberikan sambutan

Semoga dengan diselenggarakannya acara ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja, baik di DIY maupun di Indonesia.