Menikah Itu Butuh ….

Oleh Alvi

Kamis, 5 September 2019


Kalau di jaman old harus tau bobot, bibit, bebet pasangan sebelum memutuskan menikah, di jaman now ini apa iya sama? Nah, simak yuk informasi tentang kesiapan-kesiapan sebelum memutuskan menikah dari UNALA berikut ini… 

Pertama, kesiapan mental emosional. Remaja itu kata orang masih labil, nah kalau menikah, apalagi dengan pasangan yang masih sama-sama remaja, gimana dong rumah tangganya? Padahal kan masa remaja adalah masa dimana remaja sedang bertumbuh kembang secara pesat baik dari segi fisik, psikis dan intelektual. Kata Kak (tag) Kalis Mardiasih, menikah itu nggak hanya terikat dengan pasangan saja, tapi masuk ke sistem sosial bermasyarakat. Nah, makanya matang secara mental emosional penting gaess!

Kesiapan pendidikan juga harus dipikirkan, apalagi Program Pemerintah Wajib Belajar sekarang bukan lagi 9 tahun tapi 12 tahun, artinya remaja di Indonesia minimal harus menempuh pendidikan sampai jenjang SMA atau sekolah yang sederajat lainnya. 

Tentang kesiapan ekonomi, bukan cuman pas mantenan aja lho yang butuh biaya… Kalau udah menikah, apalagi langsung hamil, kalau Sobat UNALA belum siap secara ekonomi gimana? Kalau ada yang bilang banyak anak banyak rejeki, mungkin itu maksudnya kalau banyak anaknya, juga harus rajin ngumpulin rejekinya, masa iya udah nikah masih mau minta duit dari mamah papah???

Terakhir, kesiapan reproduksi, usia ideal perempuan menikah secara reproduktif menurut BKKBN memang pada usia minimal 21 tahun, namun Sobat UNALA juga harus paham tentang informasi kesehatan reproduksi terkait sistem, fungsi, dan proses reproduksinya itu sendiri sebelum menikah dan melahirkan. 

Hal terpenting nih, keputusan Sobat UNALA untuk menikah adalah keputusan bertanggungjawab yang diambil tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Tahu kan kalau hak untuk merencanakan berkeluarga dan hak untuk menentukan kapan punya anak adalah salah dua dalam 12 Hak Kesehatan Reproduksi Remaja!