Bukan Cuma Fisik, KDP Banyak Bentuknya, Lho!

Halo, sobat UNALA!

For your information, 33,4% perempuan berusia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual selama hidupnya berdasarkan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) tahun 2016.

Lebih miris lagi, 2.090 dari 10.847 pelaku kekerasan adalah pacar/teman menurut SIMFONI PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak) tahun 2016.

Kekerasan yang dilakukan oleh pacar atau kekerasan yang terjadi di dalam hubungan yang tidak terikat pernikahan seringkali kita sebut dengan kekerasan dalam pacaran (KDP). Ada 1.873 kasus KDP yang tercatat Lembar Fakta dan Poin Kunci Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan Tahun 2018.

KDP itu nggak Cuma tentang main tangan atau memaksa melakukan hubungan seksual doang, lho, sobat UNALA! Akan, tetapi, KDP mempunyai beberapa bentuk yang patut kita waspadai karena sering gak sadar kalau itu udah termasuk kekerasan.

Nah, supaya wawasan kita makin luas, yuk kita simak bareng-bareng berbagai bentuk KDP!

1. Kekerasan Fisik

Kalau yang ini sobat UNALA pasti udah pada tau karena bentuk satu ini jelas banget, seperti memukul, menampar, menendang, mendorong, mencekram dengan keras pada tubuh pasangan dan serangkaian tindakan fisik yang lain.

2. Kekerasan Emosional

Coba diingat-ingat lagi apakah doi pernah mengancam memanggil dengan sebutan yang bikin kamu malu, menjelek-jelekan dan lainnya. Jika iya, maka hal tersebut sudah tergolong KDP, lho!

3. Kekerasan Ekonomi

Pacar kamu sering banget minta dibeliin ini-itu yang macem-macem dan harganya mahal pula. Kalau kamu gak mau nurutin dia bakal ngancem putus atau yang lainnya. wah, kalau begini sih kalian sudah patut waspada.

4. Kekerasan Seksual

Kekerasan seperti ini paling sering dilaporkan, seperti memeluk, mencium, meraba hingga memaksa untuk melakukan hubungan seksual dibawah ancaman.

5. Kekerasan Pembatasan Aktivitas Pasangan

Kekerasan ini banyak menghantui remaja putri dalam berpacaran, seperti pacar yang terlalu posesif, suka mengekang, suka curigaan, selalu mengatur apapun yang dilakukan, hingga mudah marah dan suka mengancam.