Pacaran Sehat Tanpa Kekerasan

Halo, sobat UNALA!

Memasuki masa puber, kita pasti mulai tertarik dengan lawan jenis, ya kan? Pada masa ini pula kita sebagai remaja mulai mencoba untuk berpacaran. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, sebanyak 33.3% perempuan dan 34.5% laki-laki berpacaran pertama kali sebelum berusia 15 tahun, lho!

1. Pacaran Sehat

Pacaran itu sejatinya adalah proses mengenal satu sama lain di antara kamu yang saling tertarik alias jatuh cinta. Pacaran yang sehat itu akan membawa banyak hal positif dan menyenangkan, misalnya kamu yang sehari-harinya malas mengerjakan PR, tiba-tiba jadi rajin banget menyelesaikan tugas-tugas sekolah atau kuliah karena ngerjainnya bareng sama doi di perpustakaan. Asyik banget, kan?

2. Pacaran Tidak Sehat

Beda halnya dengan pacaran yang tidak sehat. Pacaran yang seperti ini malah bikin makin mendekat kepada hal-hal negatif yang bikin kamu tersiksa menjalani hubungan ini. Pacaran tidak sehat biasanya dibumbui dengan adanya KDP.

3. Kekerasan dalam Pacaran (KDP)

Kekerasan nggak hanya ada di dalam rumah tangga, lho! Dalam pacaran juga dikenal istilah dating violence atau kekerasan dalam pacaran (KDP). Kekerasan ini nggak hanya melulu tentang fisik dan seksual, tetapi juga mencakup tentang kekerasa emosional, kekerasan verbal, dan juga kekerasan ekonomi.

Sayangnya, ternyata banget banget teman-teman kita yang cewek gak sadar telah menjadi korban KDP karena menganggap hal ini wajar dilakukan sebagai bentuk cinta kepada doi.

Bukan cuma remaja putri, kita semua juga harus waspada terhadap kekerasan dalam pacaran agar menjadi remaja yang sehat.