Malam Bercerita: UNALA dan Pendidikan Alternatif Kesehatan Seksual dan Reproduksi terhadap Remaja di Jogja

“Remaja dari dulu saya sekolah sampai sekarang masih dikelilingi mitos seputar kesehatan seksual da  reproduksi”, ujar Putri Khatuliatiwa, SRH UNALA dalam acara Malam Bercerita yang diadakan oleh Yogyatourium pada hari Kamis, 2 Mei 2019. Dalam kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, para penutur cerita membagi pengalamannya dalam memberikan pendidikan alternatif di berbagai tema.

Dalam pembahasan mengenai kesehatan seksual dan reproduksi, kak Putri berpendapat bahwa masih melekatnya mitos-mitos pada kehidupan remaja disebabkan oleh minimnya pengetahuan yang diberikan dan dapat mereka akses mengenai hal tersebut. Saat pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan seksual tidak didapatkan, remaja tidak hanya asing dengan tubuh dan seksualitasnya, namun juga rentan menjadi korban, baik dalam kasus bullying, kekerasan dalam pacaran, kekerasan seksual, KTD.

Dalam menangani masalah yang dialami remaja, UNALA tidak hanya fokus pada penyelesaian kasus, namun berupaya mengedukasi dan memberikan konseling pada remaja agar mereka mendapatkan pengetahuan yang komprehensif. UNALA juga melakukan pendekatan dan membangun relasi bersama bidan, dokter, guru, tokoh masyarakat untuk bekerjasama dalam menciptakan remaja yang berprilaku sehat.

Selain kak Putri, ada lima pembicara lainnya yang membagi pengalamannya, yaitu kak Agustien Yustina, Khoiril Maqin dari Siswa Sekolah Salah Didik, Nindyah Rengganis dari ECCD RC, NH Maryam dan Vera dari Sekolah Gajah Wong.

Kak Agustien Yustina dari Lapak Baca Jalanan misalnya, membahas mengenai upaya yang telah ia lakukan bersama komunitasnya dalam meningkatkan minat baca. Menurutnya, di sekolah siswa tidak diberi kesempatan untuk memilih cara belajar yang nyaman. Mereka juga dituntut untuk mengikuti kurikulum dan tinggal di dalam kelas sehingga anak menjadi mudah bosan.

Hal menarik lainnya ialah cerita dari kak NH Maryam dari Sekolah Gajah Wong.  Keterlibatan dirinya menjadi volunteer di Sekolah Gajah Wong dimulai saat ia berdiskusi dengan temannya tentang pendidikan. Ia kemudian mendapatkan rekomendasi dari temannya untuk terlibat lebih aktif dalam memberikan pendidikan alternatif dalam Sekolah Gajah Wong. Bersama Sekolah Gajah Wong ia kemudian melakukan aksi nyata.

Nah sobat UNALA, kalau kamu gimana? Apakah kamu memiliki ide keren lainnya mengenai pendidikan alternatif?
Untuk sobat UNALA yang membutuhkan informasi mengenai kesehatan reproduksi atau ingin berkolaborasi dengan UNALA dalam mengadakan kegiatan yang relevan, kamu bisa menghubungi CS UNALA ya!

You(th) Decide, We Provide!