Cerita Dari Palu: Kespro di Sana Masih Tabu

,

Halo, sobat UNALA!

“Anak-anak di sana melihat kami datang malah langsung kabur,” cerita Kak Agung Setiawan saat berkunjung ke Kantor UNALA, Griya Wirokerten Indah Nomor 256, Banguntapan, Bantul.
Sobat UNALA satu ini datang jauh-jauh dari Kota Palu, lho! Kak Agung yang merupakan Community Organizer PKBI Palu datang bersama rombongan Dinas Kesehatan Palu pada Rabu, (23/4). Selain, itu juga ada Kak Lastri Suci Fadani yang merupakan relawan dari Youth Friendly Service (YFS) Petobo.

Kunjungan teman-teman dari Palu ini bertujuan untuk saling berbagi dan belajar dalam menyediakan layanan yang ramah bagi remaja. Sampai saat ini, banyak sekali tantangan dalam memberikan informasi seputar seputar kesehatan reproduksi dan seksual.
“Banyak banget tantangan kita. Selain itu, susah banget bagi kami mengedukasi tentang kesehatan reproduksi karena hal itu masih dianggap tabu,” tambah Kak Lastri yang sudah tujuh bulan membantu korban gempa yang ada di rumah hunian sementara (huntara).
Di samping itu ada juga Kak Nur Arifna Vivinia yang punya harapan besar agar para remaja punya kepedulian yang tinggi dalam menolong sesame, terutama pada isu perempuan dan anak.

“Di Palu sangat sedikit sekali remaja yang tertarik menjadi relawan. Beruntung kami punya Agung dan Lastri yang telah banyak membantu kami dalam mengadvokasi anak-anak dan remaja di Palu, Sigi, dan juga Donggala.” Ujar Kak Vivin saat bersama tim media UNALA.
Itulah sekilas sharing bersama sobat UNALA dari Palu. Yuk kita doakan bersama semoga Palu dapat pulih seperti sedia kala dan menjadi leih baik.

You(th) decides , We provides.