Ngobrol Bareng Teman-Teman SAPDA: Apa Itu Remaja?

,

Halo, sobat UNALA!

Yuk, Kenalan Dengan Layanan Kesehatan Ramah Remaja dari UNALA

Kali ini UNALA berkesempatan bertemu dengan teman-teman dari Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak atau biasa kita sebut dengan SAPDA.

Sebelum acara dimulai, tim dari UNALA membagikan pre-tes sederhana seputar kesehatan reproduksi. Walaupun demikian, tim UNALA dengan ramah membantu teman-teman SAPDA dalam mengisi soal-soal tersebut.

Acara kemudian dimulai dengan pengenalan layanan ramah remaja yang disediakan oleh UNALA.

Teman-teman SAPDA mengikuti dengan antusias, sebagian juga menceritakan pengalaman ketika mengakses layanan kesehatan.

“Pernah dijutekin,” kata Isti, salah satu teman dari SAPDA.

Oleh karena itu, UNALA berkomitmen menyediakan layanan yang ramah bagi remaja dari berbagai latar belakang, termasuk penyandang disabilitas.

“UNALA berkomitmen menyediakan layanan yang ramah, tidak akan menghakimi pasien maupun keluhannya,” ujar Kak Tantri membuka diskusi yang bertempat di Pendopo SAPDA, Perumahan Pilahan Permai Blok C-39 KG1/649 RT.36, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta.

Apa Itu Remaja?

Tidak hanya promosi, UNALA juga memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja. Diskusi ini diisi oleh Bidan Yunita yang berpraktik di Klinik Puri Adisty.

Saat itu, kita membicarakan tentang definisi remaja.

Ternyata ada berbagai jawaban, lho!

“Umurnya sudah 17 tahun dan badannya besar,” jawab Agatha.

Di sisi lain, Duta juga punya definisinya sendiri.

“Sudah mulai suka sama cewek,” sahut remaja 18 tahun ini.

Dari berbagai definisi tersebut, Bidan Yunita menyimpulkan bahwa menjadi remaja pasti melewati berbagai perubahan, baik fisik maupun psikis. Misalnya seperti yang disebutkan Agatha dan Duta.

Setiap Orang Berpotensi Disablitas

 

Tidak lupa, ada Ibu Rini yang bekerja di Divisi Kesehatan Reproduksi dan Seksual SAPDA. Beliau memaparkan tentang macam-macam disabilitas.

“Penyandang disabilitas sudah diatur pemerintah dalam UU Nomor 8 Tahun 2016, di sana ada tentang macam-macam disabilitas,” papar Ibu Rini pada Senin, 22 April 2019.

Ibu Rini juga mengingatkan bahwa ada berbagai macam penyebab disabilitas, seperti sejak lahir, kecelakaan, penggunaan obat-obatan terlarang, maupun bencana alam.

“Disabilitas berpotensi menghampiri setiap orang karena banyak hal yang dapat menyebabkannya,” ujar Ibu Rini mengakhiri sesi kedua hari ini.

Tidak berhenti sampai di sini, teman-teman SAPDA juga dapat merasakan mobile clinic UNALA menggunakan voucher yang telah dibagikan.

Sembari mengantre, teman-teman dapat mengobrol santai dengan tim dari UNALA.

Ketemu Dengan UNALA, Yuk!

Bagi kalian yang ingin merasakan pengalaman seperti teman-teman SAPDA , yuk hubungi customer line kami untuk informasi kerja sama lebih lanjut. Kapan lagi dapat bertemu dan mengakses layanan kesehatan reproduksi yang ramah remaja kalau bukan di UNALA!