Epilepsi? Ini Penting Kamu Ketahui, lho!

Halo sobat UNALA!

Tahukah kalian bahwa hari ini diperingati sebagai Purple Day for Epilepsy Awareness Day?

Jadi, Purple Day merupakah gerakan internasional untuk meningkatkan kesadaran kita tentang peyakit epilepsi ke seluruh dunia. Mengingat ada 50 juta orang yang menderita epilepsi, itu artinya 1 dari 100 orang mengidap penyakit tersebut.

Peringatan ini biasanya menggunakan atribut berwarna ungu, sobat UNALA! Selain itu, kita juga bisa lho menyemarakkan hari ini dengan belajar lebih jauh tentang epilepsi. Oleh karena itu, UNALA telah rangkum tentang epilepsi dari berbagai sumber. Yuk, kita simak!

Apa itu epilepsi?

Epilepsi atau mungkin yang lebih kita kenal sebagai ayan adalah penyakit kronis yang memiliki ciri khas berupa kejang kambuhan yang seringnya muncul tanpa pencetus. Kejang epilepsi terjadi karena adanya gangguan sistem saraf pusat (neurologis) yang menyebabkan kejang atau terkadang hilang kesadaran.

Hmm… apakah kejang itu tandanya mengidap epilepsi?

Kejang memang gejala utama penyakit epilepsi, namun tidak semua orang yang mengalami kejang pasti mengidap kodisi ini. Umumnya, seseorang tidak dianggap mengidap ayan jika ia tidak pernah mengalami dua kali kejang atau lebih dalam waktu 24 jam kejang tanpa alasan jelas. Beberapa orang bisa sangat jarang mengalami kejang ayan, sedangkan sebagian lainnya bisa mengalami kejang hingga ratusan kali dalam sehari.

Jadi, apa saja sih gejala-gejala epilepsi?

Pada dasarnya, gelaja epilepsi berbeda untuk setiap orang, namun berikut beberapa gejala yang umumnya sering kita temui.

  1. Kebingungan sementara
  2. Mata kosong (bengong) menatap satu titik terlalu lama
  3. Gerakan menyentak tak terkendali pada tangan dan kaki
  4. Hilang kesadaran sepenuhnya atau sementara
  5. Gejala psikis
  6. Kekakuan otot
  7. Gemetar atau kejang, pada sebagian anggota tubuh (wajah, lengan, kaki) atau keseluruhan
  8. Kejang yang diikuti oleh tubuh menegang dan hilang kesadaran secara tiba-tiba, yang bisa menyebabkan orang tersebut tiba-tiba terjatuh

Kalau begitu, epilepsi itu karena apa?

Penyebab epilepsi itu dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Epilepsi Idiopatik (Epilepsi Primer), artinya penyebabnya tidak diketahui. Sejumlah ahli menduga penyebabnya adalah genetik (keturunan).
  2. Epilepsi Simptomatik (Epilepsi Sekunder) sendiri bermakna penyebabnya diketahui. Sejumlah faktor seperti cidera berat di kepala, tumor otak, dan stroke bisa menyebabkan epilepsi sekunder.

Seberapa bahaya sih epilepsi bagi kita?

Faktor usia juga memengaruhi risiko terkena epilepsi, biasanya terjadi pada anak usia 1-2 tahun dan setelah berusia 35 tahun. Ini merupakan berita bagus bagi remaja. Namun, epilepsi pada anak menyebabkan masalah belajar yang juga akan berdampak keterlambatan belajar pada saat remaja nantinya, seperti berikut:

  1. Masalah Akademis. Kesulitan membaca, menulis, menghitung.
  2. Masalah bahasa. Kesulitan memahami, berbicara dan komunikasi.
  3. Masalah perhatian dan konsentrasi. Anak dapat kurang memerhatikan, hiperaktif, atau keduanya. Hanya dapat berkonsentrasi pada waktu yang singkat.
  4. Kelambanan. Diperlukan waktu yang lebih lama untuk memproses informasi baru atau menyelesaikan tugas dibanding dengan anak-anak lainnya.
  5. Ingatan. anak dapat mempelajari suatu topik berulang kali, namun tidak mengingatnya pada keesokan hari.

Kesimpulannya ialah…

Walaupun dampak di atas terjadi pada anak, namun tidak menutup kemungkinan saat remaja seseorang masih merasakan keterlambanan saat masih kecil. Kita sebagai orang yang tidak pernah mengidap epilepsi mesti bersyukur dengan karunia tersebut. Tapi jangan lupa untuk peduli dengan anak-anak, orang lanjut usia, maupun yang lainnya, terutama pada Purple Day for Epilepsy Awareness Day hari ini.

Ingin tahu lebih lanjut tentang epilepsi? Nantikan artikel UNALA selanjutnya, ya!

Atau jika kalian tidak sabar dan ingin bertanya langsung dengan ahlinya, bisa banget! Tinggal hubungi customer line UNALA supaya kalian bisa berkonsultasi gratis dengan dokter dan bidan menggunakan voucher dari kita.

Aku malu, Kak, bertemu dokter…

Nggak usah malu, sobat UNALA! Dokter dan bidan UNALA ramah, kok! Apalagi mereka kompeten, serta tidak akan menghakimi apapun masalah dan pertanyaan kalian. Wah, paket lengkap banget, kan?

 


Referensi :

Joseph, N. (2017, Februari 6). 7 Faktor yang Membuat Anda Berisiko Terkena Epilepsi. Diambil kembali dari Hello Sehat.

Purple Day for Epilepsy Awareness Day 2018. (2018, Maret 20). Diambil kembali dari Asuransi Mag.

Swari, R. C. (2018, April 23). Apa itu epilepsi (ayan)? Diambil kembali dari Hello Sehat