Banyaknya Kekerasan Seksual pada Remaja Putri di Indonesia

 

 

Halo sobat UNALA!

Data dari Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak menyebutkan ada tiga jenis kekerasan yang sering terjadi pada anak dan remaja, yaitu kekerasan fisik, psikis, dan seksual. Di antara anak dan remaja tersebut, mungkin sering kita tonton tentang banyaknya korban dari kalangan perempuan. Perempuan memang menjadi kaum yang rentan terhadap kekerasa, terutama kekerasan seksual.  Namun, apakah itu hanya anggapan semata?

Berikut UNALA sajikan data-data tentang kekerasan seksual pada remaja putri di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Kekerasan Seksual Menjadi yang Terbanyak

Dari berbagai jenis kekerasan itu, terdapat 535 kasus kekerasan seksual, salah satunya ialah pemerkosaan. Angka tersebut menempati urutan pertama dalam kekerasan. Dari 535 kasus tersebut, 70 di antaranya mengaku dipengaruhi oleh pornografi.

2. Kekerasan Seksual Selalu Ada Setiap Tahun

Komnas Perempuan mencatat pada 2014 terdapat 4.475 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak perempuan, 2015 sebanyak 6.499 kasus, 2016 sebanyak 5.785 kasus dan pada 2017 tercatat ada 2.979 kasus kekerasan seksual di ranah KDRT atau relasi personal serta sebanyak 2.670 kasus di ranah publik atau komunitas. 

3. Kekerasan di Dunia Siber

Akhir tahun 2017,  Komnas Perempuan mencatat ada 65 kasus kekerasan seksual melalui dunia siber yang dilaporkan ke Unit Pengaduan untuk Rujukan (UPR) Komnas Perempuan. Mirisnya, sebagian besar dilakukan oleh orang yang dekat dengan korban seperti pacar, mantan pacar, dan suami. 

4. Kekerasan Seksual dalam Pacaran

Berdasarkan Komnas Perempuan tahun 2011, setidaknya ada 1405 kasus kekerasan seksual dalam pacaran. Jumlah ini meningkat di tahun 2014, yakni 1748 kasus.

5. Kekerasan ini juga terjadi di Indonesia

Data yang dirangkum oleh Multi-Country Study on Women’s Health and Domestic Violence, 35,8% remaja cewek di 40 negara berkembang mengalami kekerasan seksual. Dan Indonesia adalah salah satunya.

Bagaimana sobat UNALA? Kekerasan seksual yang terjadi pada remaja putri bukanlah isapan jempol belaka. Banyak data yang telah membuktikannya. Untuk itu, sudah seharusnya kita tidak menutup mata akan hal tersebut. Mari bantu sahabat kita di luar sana untuk melawan kekerasan seksual pada remaja.

Yuk konsultasikan masalah kesehatan reproduksi dan seksual pada dokter dan bidan yang ramah remaja. Tidak perlu khawatir, UNALA akan memberikan voucher konsultasi gratis. Tunggu apalagi? Segera hubungi customer line UNALA, ya!

#UNALAfact


Referensi :

Menguak Data Jumlah Kekerasan Perempuan Tahun ke Tahun

Komnas Sebut Banyak Kekerasan terhadap Perempuan Tak Tertangani