Tips Beraktivitas di Media Sosial dengan Bijak

 

Halo sobat UNALA!

Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya bullying.

Hal ini memang tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan, pemerhati anak yang karib disapa Kak Seto juga menyebutkan hal ini bukanlah hal yang baru lagi. Hanya saja, bullying atau perundungan menjadi santer karena kemajuan teknologi seperti media sosial.

Akibatnya, perundungan zaman sekarang dapat dilakukan di media sosial (medsos) kita, lho, sobat UNALA! Sebut saja hate speech atau ujaran kebencian, body shaming, hingga toxic words.

Tentu kita tidak ingin mengalami hal tersebut, bukan? Apakah sebaiknya kita tidak bermain medsos agar menghindari bullying?

Hmm… medsos saat ini sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama sebagai remaja. Di sana banyak sekali manfaat yang dapat kita temukan seperti informasi seputar kesehatan reproduksi yang dapat kalian temukan di akun Instagram @unalayouth, serta masih banyak lagi akun bermanfaat lainnya.

Tidak hanya itu, media sosial juga menghubungkan kita dengan orang lain yang terpaut jarak yang jauh. Melalui sosial media, orang lain akan tahu apa saja kegiatan, kesukaan, maupun cerita harian yang kita bagikan di akun kita. Banyak sekali manfaat dari media sosial daripada sekadar terkena dampak risiko bullying melalui medsos.

Sebenarnya kita masih bisa bermain medsos tanpa mengundang perundungan dari orang lain, yakni menggunakannya dengan bijak, terutama sebelum mengunggah sesuatu ke medsos.

Untuk itu, UNALA sajikan tips berikut spesial untuk kalian.

1. Selalu Berhati-hati

Bagi sobat UNALA, ada baiknya untuk berpikir dua kali ketika ingin membagikan sesuatu, seperti apakah postingan ini bermanfaat? Adakah teman yang tersinggung jika aku mengunggahnya? Sopankah hal ini? Intinya jangan pernah membagikan sesuatu yang mengundang bully dari orang lain.

2. Meminta Saran Orang Lain

Nah, untuk membantu tips nomor satu, akan lebih mudah jika bertanya dengan orang terdekat seperti sahabat, ataupun orang tua. Bahkan hal ini juga penting ketika hal yang kita bagikan telanjur menjadi bahan perundungan agar menemukan penyelesaian terbaik.

3. Belajar dari Kesalahan

Pepatah pernah mengatakan, ” Jangan pernah lupakan tiga kata ini: tolong, maaf, terima kasih.”

Terkadang adakalanya kita khilaf, maka jangan ragu untuk meminta maaf.

4. Sayangi Dirimu

Tidak ada yang sempurna. Kita telah berusaha sebaik mungkin untuk menghindari perundungan dari orang lain, sayangnya masih banyak orang yang membenci. Jangan berkecil hati, media sosial menjadi tempat orang yang jauh sekalipun dapat mengenalmu, hanya saja hal tersebut tidak benar-benar efektif. Teruslah berpikir positif agar jiwa dan raga kita selalu sehat.

Punya masalah seperti bullying hingga membuat kita sakit? Kalian dapat menghubungi customer line UNALA untuk berhubung dengan dokter dan bidan yang siap membantu. Tak perlu khawatir, konsultasi ini gratis dengan membawa voucer dari UNALA. Yuk, tunggu apalagi?

 

#UNALAtips


Referensi :

Mengatasi Bullying Dalam Berbagai Kondisi

Harus Ada Tindakan Tegas Untuk Pelaku Bullying