Apa Itu Ekspresi Gender?

Halo sobat UNALA!

Hayo…siapa yang suka nonton pertandingan Bulutangkis? Pasti tidak asing dong dengan atlet perempuan yang penuh dengan segudang prestasi dalam cabang olahraga ini? Yups..siapa lagi kalau bukan Liliyana Natsir. Ia sering menjadi juara di berbagai turnamen bulutangkis, seperti All England, Uber, Olimpiade Beijing, hingga BWF Superseries.

Jika diperhatikan, Liliyana atau yang dikenal dengan panggilan “Butet” ini sangat identik dengan penampilannya yang tomboy dengan rambut pendeknya. Banyak juga yang awalnya menyangka kalau Butet adalah seorang laki-laki loh..hmmm..

Hal ini biasanya terjadi saat seseorang belum memahami apa itu ekspresi gender. Nah, supaya kita juga tidak ikut-ikutan salah fokus, yuk cari tahu apa itu ekspresi gender!

Sebelum kita masuk ke ekspresi gender, kita harus memahami terlebih dulu apa itu gender ya sobat UNALA. Gender adalah konsep yang merujuk pada perbedaan-perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang dikonstruksi secara sosial, dapat berubah-ubah dengan berlalunya waktu, dan amat bervariasi di dalam dan antara budaya. Nah..ekpresi gender sendiri adalah bagaimana seseorang mengekspresikan gendernya melalui perilaku, cara berpakaian, gaya rambut, hingga minat dan bakatnya. Dalam mengekspresikan gender seseorang bisa lebih terlihat feminin, maskulin, dan androgin.

Seseorang bisa dikatakan feminin jika memiliki sifat dan perilaku yang pada umumnya dimiliki perempuan, seperti memakai rok, bermain boneka, atau berbicara dengan lembut. Sedangkan maskulin adalah sifat atau perilaku yang pada umumnya ada pada seorang laki-laki. Seseorang juga dapat menjadi androgin, di mana ia mengekspresikan sifat dan perilaku maskulin dan feminin sekaligus.

Ekspresi gender sendiri tidak selalu berhubungan dengan identitas gender yang dimiliki. Seorang perempuan bisa menjadi maskulin, pun sebaliknya. Sayangnya hal tersebut sering kali dianggap sebagai sesuatu yang melanggar batas norma susila dalam masyarakat. Mereka yang mengekpresikan dirinya melewati batasan gender maskulin dan feminin kerap menghadapi bullying, baik dalam lingkaran pertemanan, keluarga hingga sekolah dan masyarakat luas.

So..mari melihat ekspresi gender sebagai sebuah hak asasi manusia yang perlu kita hormati. Katakan tidak pada kekerasan berbasis gender!

 

 


Referensi :

Berhenti Diskriminasi, Cobalah Memahami Keberagaman Seksual dan Gender.

Glosarium Istilah Orientasi Seksual, Identitas & Ekspresi Gender dan Ketubuhan