Yuk Cek Fakta Kekerasan Dalam Pacaran!

Dear Sobat UNALA!

Tahukah kamu, bahwa remaja sangat rentan menjadi korban Kekerasan Dalam Pacaran loh!

Kekerasan Dalam Pacaran atau yang dikenal dengan KDP sendiri disebabkan oleh ketidakseimbangan antara peran perempuan dan laki-laki dalam sebuah relasi di luar lembaga pernikahan hingga menimbulkan dominasi dan diskrimasi. Dalam kasus ini, perempuan sangat rentan menjadi korban KDP karena masih dianggap sebagai objek dalam masyarakat patriarki.

 

KDP masuk ke dalam kasus kekerasan dalam ranah privat. Jika diprosentasikan, kekerasan fisik yang dilakukan dalam ranah privat ialah sebanyak 41 %, kemudian kekerasan seksual (31%), kekerasan psikis (15%) dan kekerasan ekonomi.  Menurut Lembar Data Catatan Tahunan Komnas Perempuan yang dikeluarkan pada 7 Maret 2018, sebanyak 348.446 kasus kekerasan terhadap perempuan dilaporkan selama tahun 2017. Dari angka tersebut, Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) menjadi kasus tertinggi ke tiga setelah kekerasan terhadap istri dan kekerasan terhadap anak, yaitu sebanyak 1.244 kasus (13%).

 

Tingginya kasus KDP yang dialami perempuan disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari budaya patriarki yang masih kuat dalam masyarakat, tingkat pendidikan yang rendah, pemahaman cinta yang salah, tidak mampu mengontrol emosi, dan kurang mencintai dan menghargai diri sendiri.

 

Ada banyak jenis kasus dalam KDP yang dialami remaja perempuan, mulai dari kekerasan fisik, psikis, verbal, ekonomi dan seksual. Ada banyak tanda yang dapat kamu pelajari untuk mengetahui apakah pasanganmu melakukan KDP, antara lain pertengkaran yang melibatkan kekerasan fisik, cemburu yang berlebihan dan menjauhkanmu dari teman-teman dan keluargamu, memiliki emosi yang meledak-ledak dan sering merendahkanmu dengan kata-kata kasar dan makian, memaksamu melakukan hubungan seksual, mengawasi dan mengintimidasi baik secara langsung maupun melalui media sosial, mengakses ponsel, email dan media sosialmu tanpa ijin dan selalu menuduhmu melakukan hal yang tidak-tidak.

 

Dari berbagai kasus tersebut, remaja perempuan seringkali tidak menganggapnya sebagai sebuah bentuk kekerasan. Hal ini diakibatkan oleh pemahaman cinta yang salah. Banyak perempuan menganggap bahwa apa yang dilakukan pasangannya, termasuk tidakan-tindakan di atas adalah wujud rasa sayang. Mereka juga sulit untuk mengakhiri relasi tersebut karena adanya perasaan bahwa dirinya dicintai, dilindungi, dan merasa menjadi  bagian penting kehidupan orang lain. Padahal, hal yang perlu dipahami ialah bahwa di dalam relasi yang sehat pasangan saling menghargai dan relasi di antara keduanya setara serta ada rasa saling menghormati satu sama lain.

 

So..sobat UNALA, terapkanlah pada dirimu bahwa kamu layak untuk dihargai dan memiliki pasangan dan relasi yang setara. Jika kamu atau orang-orang disekitarmu mengalami KDP, kamu bisa konsultasikan ke CS UNALA ya sobat. Mari akhiri KDP dan mulailah menyayangi tanpa kekerasan!

 


Referensi :

WASPADA BAHAYA KEKERASAN DALAM PACARAN

Mengapa Orang Bertahan dalam Hubungan Merugikan