Curhat dengan Orang Tua?

Halo, sobat UNALA! Apakah resolusi kalian berjalan lancar di hari pertama 2019? Semoga lancar, dong!  Di tahun yang baru ini, apakah di antara kalian memiliki resolusi untuk kembali mempererat hubungan dengan keluarga? Setelah di tahun sebelumnya mungkin banyak diantara teman-teman yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah baik mengerjakan tugas perkuliahan, berorganisasi, atau malah justeru sibuk dengan gadget setiap waktu?

Ada banyak cara untuk kembali mempererat relasi dengan keluarga, misalnya dengan ngobrol bersama orang tua, dengan beragam topik; tentang sekolah, perkuliahan, tugas-tugas, bahkan tentang kesehatan reproduksi dan seksual, apalagi buat kamu yang mulai memasuki masa pubertas, meskipun topik tersebut masih dianggap tabu oleh masyarakat kita. Nah, faktanya, berdasarkan SDKI Tahun 2012, remaja perempuan maupun laki-laki yang berusia 15-19 tahun cenderung mendiskusikan kesehatan reproduksi bersama teman sebaya dan guru. Di sisi lain, 40% remaja perempuan mengaku sumber informasi kespro yang paling disukai adalah ibu sedangkan remaja laki-laki menyukai sumber informasi kespro dari teman.

Orang tua memiliki peran utama dalam menyampaikan informasi kespro di luar pendidikan formal yang diikuti oleh anak.. Hal tersebut penting untuk menghindari anak atau remaja mencari informasi yang salah dari internet atau bahkan termakan mitos.

Akan tetapi, mungkin banyak sobat UNALA di sini yang merasa kesulitan untuk membicarkan hal tersebut ke orangtua sendiri, karena kita terpaut zaman dan budaya pendidikan yang berbeda. meskipun saat ini kita telah memasuki era keterbukaan informasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual.

Salah satu cara untuk tidak lagi membuat kespro sebagai hal yang tabu adalah dengan mengajak orang tua mendiskusikanhal tersebut. Obrolan yang hangat saat berkumpul di sore hari sembari minum teh , sarapan, atau saat makan malam bisa menjadi momen yang tepat untuk saling bertukar opini. . Misalnya dengan mengawali obrolan seperti berikut.

“Ma, benar nggak sih  kalau terlalu sering minum air rebusan daun sirih dapat mempengaruhi organ reproduksi…?”

“Ayah, mungkin aku akan menikah setelah aku siap secara fisik dan mental…,”

Percakapan-percakapan di atas dapat menjadi referensi teman-teman untuk membuka obrolan yang akan membuat orang tua kita berpikir sejenak soal kesehatan reproduksi remaja.

Pada akhirnya, orang tua dapat menjadi partner diskusi yang asyik buat kita. Mengasyikkan bukan, curhat dengan orang tua sendiri?

Jika masih dirasa sulit, kalian bisa juga berkonsultasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual dengan ahlinya seperti dokter dan bidan yang akan membantu memberi solusi terbaik dan tentunya berkompeten. UNALA akan membantu kalian terhubung dengan mitra bidan dan dokter yang bida diajak curhat, lho. Soal kerahasiaan dan kenyamanan? Tidak perlu diragukan lagi!. Yuk, hubungi layanan Customer Line UNALA untuk membuat janji konsultasi dengan dokter dan bidan yang ramah remaja. (MRA) 

 


#UNALAfact #UNALAcare