Hallo Sobat UNALA! Di Hari Remaja ini UNALA pengen ngenalin kamu dengan sosok inspiratif kali ini, Kak Denty!

Kak Denty adalah seorang jurnalis surat kabar Harian Kompas yang juga punya hobi fotografi, menulis dan jalan-jalan. Hobi menulis dan fotografinya ini mengantarkan Kak Denty menjadi jurnalis yang tulisannya bisa kalian baca di surat kabar nasional, Kompas. Menulis sudah menjadi aktivitas kegemarannya sejak SMP, dimulai dengan menulis diary dan aktif dalam kegiatan majalah dinding di sekolah. Kemudian aktivitas jurnalistiknya berlanjut ketika ia menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Majalah SMA Bopkri 1 (Mabosa). Tidak hanya menekuni jurnalistik, Kak Denty juga menaruh perhatian pada isu gender dan remaja. Ketertarikannya terhadap isu tersebut diawali ketika ia bergabung dengan organisasi Youth Forum, sebuah organisasi yang memperjuangkan hak-hak kesehatan reproduksi remaja termasuk kesetaraan gender.

Ada perubahan yang signifikan ketika ia bergabung dengan Youth Forum, yakni cara pandang dirinya terhadap masyarakat dari beragam latar belakang yang sebelumnya jarang ia temui. Dalam perjalannya, Kak Denty bersama teman-teman Youth Forum aktif memperjuangkan hak-hak remaja dengan mengusung beberapa petisi diantaranya adalah mendorong pendidikan kesehatan reproduksi di dalam kurikulum sekolah dan diberikannya layanan kesehatan yang ramah remaja. Keaktifannya dalam memperjuangkan hak-hak remaja tidak berhenti sampai disitu, Kak Denty juga pernah terlibat sebagai perwakilan remaja di Youth Advisory Panel UNFPA, yang bertugas memberi masukan kepada kebijakan pemerintah melalui program-program yang menyangkut pendidikan dan kesehatan. Kak Denty turut serta meninjau Puskesmas ramah remaja di wilayah Indonesia Timur, apakah pelayanannya sudah sesuai dengan pedoman pelayanan kesehatan ramah remaja.

Selain itu Kak Denty juga berkesempatan menjadi ketua APCSRHR untuk panel remaja nih, pada tahun 2011 di Yogyakarta, sebuah forum Asia Pasifik untuk hak kesehatan reproduksi dan seksual.

Perjuangkan Cita-cita

Perjalanan sebagai seorang jurnalis di media nasional tentunya penuh perjuangan. Kak Denty harus meyakinkan orang tuanya, agar dapat memahami cita-citanya sebagai seorang jurnalis, sebab menurut orang tuanya, pekerjaan jurnalis merupakan pekerjaan yang berat.

Tulisan-tulisan yang dikirimkan oleh Kak Denty pun sering ditolak oleh media, namun hal itu tidak mematahkan semangatnya. Untuk menempa kemampuannya, workshop menulis pun ia ikuti. Topik-topik yang ia minati antara lain gender dan perjalanan (traveling).

Karirnya dimulai ketika duduk di bangku SMA, Kak Denty sudah aktif menjadi kontributor lepas Majalah Kawanku. Sampai suatu ketika tulisan karyanya mulai dimuat, dari yang tidak dibayar hingga lambat laun mendapatkan upah.

Tidak hanya merangkai kalimat hingga menjadi sebuah artikel yang dinikmati pembacanya, dalam menulis Kak Denty berusaha sebisa mungkin untuk dapat melahirkan tuliskan yang menyentuh empati pembacanya dan meneruskan semangat perjuangannya untuk keadilan dan kemanusiaan.

Di tahun 2014 Kak Denty lolos seleksi sebagai wartawan Kompas dengan menjalani masa magang selama satu tahun. Karirnya berlanjut hingga saat ini. Rubrik yang pernah dia tulis antara lain politik, ekonomi, metropolitan hingga olahraga. Tulisan Kak Denty pernah dimuat oleh National Geographic juga lho!

Pengalaman Tak Terlupakan

Pengalaman yang tak terlupakan sebagai jurnalis, adalah ketika ia mendapat tugas pertama sebagai wartawan Kompas untuk meliput peristiwa kebakaran hutan di wilayah Jambi. Dari Jakarta, ia berangkat seorang diri dan hanya dibekali titik koordinat sebagai lokasi tujuannya. Medan terjal yang tak mudah dilalui menjadi tantangan tersendiri baginya. Belum lagi ia harus berpacu dengan waktu, sebab setelah liputan selesai ditulis ia harus segera mengirimkannya kepada tim redaksi. Dikarenakan tidak tersedianya listrik di lokasi liputan, maka ia harus kembali lagi ke kota menempuh medan terjal berjam-jam untuk mengirimkan hasil liputannya.

Menuliskan Keberagaman

Karya tak terduganya lahir selepas ia bersama keluarga melakukan perjalanan spiritual ke Timur Tengah. Perjalanan tersebut memberinya pengalaman tak terlupakan dan juga perspektif baru akan keberagaman masyarakat di Timur Tengah. Menyadari ada banyak foto yang ia kumpulkan dari perjalanan tersebut, ia terpikir untuk merangkai foto-foto tersebut kedalam sebuah narasi perjalanan. Maka tidak lama kemudian lahirlah sebuah buku berjudul Pelangi di Timur Tengah. Buku tersebut ia cetak secara independen dengan sistem pre order, yaitu buku baru akan dicetak sesuai dengan jumlah pemesannya. Sampai saat ini, ratusan buku Kak Denty telah dikirimkan ke penjuru Tanah Air lho!

Bekerja Berbekal Passion

Hampir tidak ada hambatan dalam menjalani profesi sebagai jurnalis, ungkapnya. Saat ditanya alasan dibalik jawabannya tersebut, ia menjawab karena selama ini ia menikmati pekerjaannya dan memang menulis (dan fotografi) sudah menjadi passion-nya.

Saat ini Kak Denty bercita-cita ingin melanjutkan kuliah lagi dan ingin segera melahirkan buku kedua yang ditulis secara kolektif. Kak Denty juga berharap agar semakin banyak orang dapat menikmati buku karyanya.

“Jika sudah suka dengan apa yang dikerjakan maka pekerjaan itu akan membawa kita ke suatu tempat. Ikutilah passionmu!”.

Kak Denty menitip pesan untuk Sobat UNALA, untuk terus tekun dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita!

Denty Piawai, saat berada di Gunung Gede Pangrango

Nama: Denty Piawai Nastitie

TTL: Jakarta, 11 Juni 1990

Pendidikan:

  • SMA Bopkri 1 (2005 – 8)
  • Universitas Sanata Dharma – Prodi Sastra Inggris (2008 – 13)

Organisasi:          

  • Youth Forum (2006)
  • Youth Advisory Panel UNFPA (2009-10)
  • Lens Club (2008 – 13)

Hoby: Menulis, fotografi dan traveling 

Profesi/ Aktivitas:

  • Freelance Kontributor Kawanku (2007-10)
  • Jurnalis (2014 – sekarang),
  • Penulis
  • Fotografer

Blog       : www.rambutkriwil.com

Buku      : Pelangi di Timur Tengah

Bacaan Favorit: Novel (Karya Okky Madasari)