Halo kawan muda, belakang ini kita sering mendengar tentang bullying pada anak dan remaja ya. Apalagi anak-anak sekolah yang baru masuk ke sekolah baru, sering kita dengar adanya bullying di sekolah yang melibatkan kakak kelas ke adik kelas. Sebetulnya apa ya yang dimaksud dengan bullying ? Kali ini, UNALA akan membahas tentang bullying pada Anak dan Remaja agar kita tidak menjadi bagian dari pelaku atau jutsru menjadi korban bullying. Yuk kita simak bersama.

Bullying atau perundungan, adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang baik secara verbal, fisik maupun psikologis yang menyebabkan seseorang merasa tertekan, trauma dan tidak berdaya. Bullying bisa saja terjadi dalam semua kalangan terutama remaja, bahkan dewasa ini bullying dapat terjadi di sekolah dan dilakukan oleh satu atau sekelompok remaja pada remaja yang lebih “lemah”. Remaja yang mengalami bullying lebih beresiko mengalami berbagai masalah kesehatan terutama kesehatan psikologisnya, seperti depresi, kegelisahan, trauma yang berkelanjutan hingga dewasa dan akibat fatalnya dapat berujung pada perasaan putus asa dan bunuh diri. Pelaku bullying bisa siapa saja, tidak mengenal gender dan usia, bisa laki-laki, perempuan, dewasa maupun anak-anak.

Apa saja ya bentuk bullying ?

Kita mengenal ada 3 bentuk bullying, yuk kita bahas.

Pertama, Bullying fisik

yaitu penindasan dalam bentuk fisik dan yang paling tampak atau terlihat daripada bentuk penindasan lainnya. Bullying fisik misalnya tindakan memukul, menyikut, mencekik, mencibir hingga bahasa tubuh yang kasar.

Kedua, Verbal bullying

yaitu bentuk penindasan melalui kata-kata yang kasar seperti hingga tindakan merendahkan bentuk tubuh seseorang (body shaming) seperti gendut, cebol, kriting, dan lain-lain. Bentuk bullying seperti ini adalah bullying yang sangat sering terjadi dan tanpa disadari oleh seseorang.

Ketiga, Cyber bullying

yaitu perilaku yang tergolong baru, karena disebabkan adanya perkembangan teknologi saat ini. Tindakan ini biasanya terjadi melalui media sosial, misalnya dengan cara pelaku mengirim pesan-pesan ataupun komentar negatif terhadap sesuatu yang diunggah oleh korban di sosial media, mengirim pesan suara (voice note) dengan nada ancaman, membuat website untuk menjelek-jelekkan korban dan lain-lain.

Nah, kita jadi tahu apa saja bentuk bullying yang sering terjadi di anak dan remaja. Sebenarnya tindakan bullying ini dapat dicegah jika saja masyarakat lebih peduli tentang apa yang terjadi di sekitarnya. Dalam hal ini, sekolah, guru, teman dan orang tua sangat berperan penting dalam mencegah terjadinya bullying. Pelaku bullying mungkin saja dengan sadar mengetahui bahwa apa yang dilakukannya salah, namun ia tetap melakukannya karena tidak ada yang menegur, maka ia merasa apa yang ia lakukan bukanlah tindakan yang buruk.

Kita dapat mengambil peran untuk mencegah terjadinya bullying, dengan cara lebih peduli dan cepat tanggap bila ada teman kita yang menjadi korban bullying. Tegur kawan kita bila mereka menjadi pelaku bullying. Terlebih lagi, jika tindakan tersebut sudah berlebihan hingga mengakibatkan luka atau trauma seseorang, maka dapat diproses secara hukum yakni dengan melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Sebagai institusi pendidikan, sekolah dapat mencegah terjadinya bullying dengan menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi para pelajar, memberikan konseling untuk para murid yang mengalami gangguan atau keluhan selama beraktivitas di sekolah.

Bagi orangtua, tindakan bullying dapat dicegah dengan menanamkan penghargaan pada diri sendiri dan oranglain, nilai-nilai kemanusiaan dan saling terbuka dengan apa yang dialami baik disekolah maupun di lingkungan pergaulan.

Dengan demikian, kita semua dapat berperan aktif untuk mencegah bullying. Pada dasarnya seringan apapun tindakan bullying tetaplah merugikan bagi siapapun, maka hendaknya kita jangan takut untuk melawannya. Dengan melawan bullying, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi keberlangsungan generasi masa depan yang lebih sehat raga dan jiwanya.

Kalau sudah tahu tentang bullying, apa yang akan kita lakukan sebagai anak muda ? Tentu saja pilihan ada pada kawan-kawan semua.

 

Saya, Anak Muda Anti Bullying

Youth Decide, We Provide

(Kamu Memutuskan, Kami Menyediakan)

 

Aisa Okatfira

Referensi : jurnal.unpad.ac.id