Halo, Sobat UNALA! Ada yang sedang galau dan malas makan karena baju kesayangan sudah tidak muat lagi? Atau ada yang sedang sibuk menaikkan berat badan dengan makan banyak? Tenang saja, kamu tidak sendiri, kok.

 

Berat Badan = Porsi Makan?

Masalah berat badan sering menjadi kekhawatiran banyak orang—baik remaja maupun orang dewasa, baik perempuan maupun laki-laki. Kekhawatiran ini sering berhubungan dengan kenyamanan dan kepercayaan diri seseorang dengan tubuhnya. Selain itu, berat badan juga berhubungan erat dengan kesehatan.

Yang paling penting sebenarnya adalah bagaimana kita merasa nyaman dengan tubuh kita, terlepas dari bentuk dan berat badan. Tapi saat kita sudah merasa tidak nyaman dengan berat badan, tidak perlu buru-buru mengurangi atau menambah porsi makan. Soalnya, berat badan dan kondisi tubuh yang sehat tidak hanya dipengaruhi oleh konsumsi makanan, tapi juga aktivitas fisik.

 

 Olahraga = Kunci Tubuh Sehat

Orang yang rutin melakukan aktivitas fisik tingkat kandungan lemak di tubuhnya lebih rendah daripada yang kurang aktif. Aktivitas fisik di usia remaja membantu kita untuk mengembangkan jaringan muskuloskeletal (tulang, otot dan sendi) yang sehat, sistem kardiovaskular (jantung dan paru-paru) yang sehat dan sistem neuromuskuler (koordinasi dan kontrol gerakan), serta mempertahankan berat badan yang sehat. Karena itu, aktivitas fisik menjadi target perilaku kunci untuk menjaga kesehatan tubuh.

Selain itu, aktivitas fisik juga meningkatkan kontrol kita terhadap gejala kecemasan dan depresi. Aktivitas fisik di usia remaja membantu pengembangan sosial dengan memberikan kesempatan untuk mengekspresikan diri, membangun kepercayaan diri, interaksi sosial dan integrasi. Tidak heran kalau anak muda yang aktif secara fisik juga lebih mudah mengadopsi perilaku sehat lainnya (misalnya menghindari tembakau, alkohol dan penggunaan narkoba) dan menunjukkan prestasi akademis yang lebih tinggi di sekolah.

 

Yuk, Mulai Olahraga dari Sekarang!

Menurut World Health Organization (WHO), anak-anak dan remaja berusia 5-17 tahun sebaiknya melakukan setidaknya 60 menit aktivitas fisik setiap harinya. Jika dilakukan lebih dari 60 menit, ada manfaat kesehatan tambahan. Aktivitas fisik yang dianjurkan adalah jenis aerobik, seperti jalan cepat, lari, bersepeda dan berenang. Aktivitas fisik ini bisa dibarengi dengan kegiatan sehari-hari, misalnya bersepeda ke sekolah atau kampus dan mengikuti klub olahraga sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan lain yang memperkuat otot dan tulang seperti lari, loncat dan salto—bisa jadi bagian dari permainan outdoor—juga disarankan minimal 3 kali per minggu.

Rekomendasi ini relevan untuk semua yang berusia 5-17 tahun, kecuali karena suatu kondisi medis tertentu dokter memberikan rekomendasi yang berbeda. Sementara itu, remaja dan orang dewasa berusia 18-64 tahun dianjurkan untuk beraktivitas fisik dengan intensitas sedang sebanyak minimal 150 menit per minggu.

Jadi, sudah siap untuk rutin berolahraga minimal 60 menit per hari? Yang harus diingat sebelum memulai adalah tubuh juga butuh istirahat, sehingga sebaiknya olahraga dilakukan secukupnya, tidak berlebihan.

 

Selamat berolahraga, Sobat UNALA!

#UNALA #SRHR #YFS

Sumber: http://UNALA.net/olahraga-yuk/

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply